RSS

[Fan Fiction] Goodbye …

15 Des

Tittle : Goodbye …
Cast : Brian Joo ~ Fly To The Sky
Hwanhee ~ Fly To The Sky
Junjin ~ Shinhwa
Eric ~ Shinhwa
Written by Sofie Junnosuke (mycolorisland) based on MV “Goodbye” ~ Fly To The Sky

<<<>>>

Don’t talk, just leave me a smile and go.
Even if I don’t hear the saddest words in the world, I know now.

Langkah kaki itu terlihat begitu lesu menapaki lantai koridor rumah sakit. Tatapan matanya sangat kosong, sekosong hatinya. Hiruk pikuk rumah sakit hanyalah seperti film bisu yang menggambarkan paniknya rombongan dokter dan perawat yang berlari ke ruang rawat pasien. Matanya melihat, tetapi sungguh telinganya tak mendengar. Entahlah apa yang kini ada di pikirannya. Brian terus berjalan melewati koridor rumah sakit.

”BRUK”

Mendadak ada seorang pasien wanita yang menabraknya dari belakang. Gadis dengan seragam rumah sakit berwarna putih itu terjatuh tepat di hadapannya.
Degh! Jantung Brian serasa berhenti berdetak. Terlihat sorot mata gadis itu penuh dengan ketakutan, perlahan ia bergerak mundur. Sesaat Brian tak bisa bernafas

~Brian POV~
“Oppa…aku ingin pergi ke pantai Busan, kau tahu ombak disana indah sekali. Jika aku sembuh nanti aku ingin pergi kesana” ujar Hyojin sambil tersenyum padaku, ia menunjukkan gambar pantai Busan yang ada di majalah. Aku hanya tersenyum getir, kenyataan memang pahit. Hyojin menderita kanker darah stadium akhir tetapi ia masih seceria itu. ”Maukah kau pergi denganku?”

”Maukah kau pergi denganku?” tanya Brian tiba-tiba pada pasien wanita itu. Bagaimana Brian bisa melakukan ini? Memangnya siapa gadis ini?. Reflek, Brian mengulurkan tangannya. Gadis yang masih duduk di hadapannya itu semakin bingung. Dengan ragu-ragu ia pun menyambut uluran tangan Brian.

<<<>>>

”Bibi, tolong lepaskan aku!!!!” teriak Hyejin. Bibi Ahn dan beberapa perawat mencoba menenangkan Hyejin dengan memegangi tangan dan tubuhnya yang terus memberontak. Hwanhee yang masih berada di pintu masuk hanya diam terpaku dengan tatapan trenyuh. ”Hwan, dia tidak mau di kemoterapi. Sejak Eric meninggalkannya hidupnya semakin berantakan. Berkali-kali ia mengatakan lebih baik dia mati. Tolong selamatkan adikku. Lakukanlah sesuatu” pinta Junjin kepada dokter muda yang juga tunangan adiknya itu.

Setelah Hyejin ditinggalkan oleh Eric pacarnya, tanpa sebab yang jelas. Keluarganya mencoba menjodohkan Hyejin dengan Hwanhee. Berharap Hyejin akan sembuh dari depresinya, sehingga akan membantu proses penyembuhan penyakit kanker yang kini sedang menggerogoti tubuhnya.

”Bibi lepaskan aku, lebih baik aku mati. Sudah tidak ada gunanya lagi aku hidup” teriak Hyejin sekali lagi dengan tubuh yang terus memberontak. Para perawat terus berusaha memegangi tubuhnya. Dengan sigap Hwanhee mengambil obat penenang dan menyuntikkannya. Namun sialnya, tangan Hwan digigit Hyejin dan Hyejin pun berhasil kabur.

<<<>>>

”Hm…udaranya segar ya?” celetuk Hyejin. Ia begitu menikmati udara musim dingin dari jendela mobil. Cuaca kali ini tidak terasa dingin, justru udaranya cukup segar. Brian hanya melihatnya dari kaca mobil

Ia benar-benar mirip….

Namun, ia tersadar dan menurunkan kaca spion yang ada di dalam mobil, sehingga hanya badan Hyejin yang terlihat.
“hey, namamu siapa?” tanya Hyejin
“Brian, Brian Joo. Panggil saja Brian” jawab Brian cepat
”Oh…Brian…nama yang bagus. Lalu kemana kita sekarang?”
”toko baju”
”untuk apa? Kau mau beli baju baru ya?”
”beli baju untukmu, apa kau mau pergi dengan seragam rumah sakit seperti itu?”

Sekitar setengah jam kemudian Brian keluar dari toko baju dengan membawa dua buah tas besar berisi pakaian untuk Hyejin.
”Hyojin, ini baju untukmu. Pakailah. Ganti pakaiannya didalam mobil saja. Akan kutunggu diluar” kata Brian
“Hyojin? Namaku bukan Hyojin tapi Hyejin. Ahn Hyejin” jawab Hyejin mantap ”Errrr…tapi kalau kamu suka memanggilku seperti itu tidak masalah. Anggap saja ini rasa terima kasihku padamu” Sambung Hyejin sambil tersenyum.

Sementara Hyejin berganti pakaian di dalam mobil, Brian menunggunya di luar. Ia merasakan hal yang aneh, dadanya terasa begitu sesak. Apa yang sudah kulakukan? Batin Brian mulai bergejolak.

I see that a time to put up a dream-like love as come to me as well.
I’d probably find out what pain is.

”Brian…. bagaimana? Aku cocok kan pakai baju ini? Bajunya bagus. Terimakasih ya?” seru Hyejin yang berdiri di kap mobil. Brian hanya bisa menatapnya tanpa menjawab sepatah katapun.
”Hyojin……” desis Brian pelan
”Ayo pergi….” Ajak Hyejin bersemangat
Tanpa diminta dua kali Brian langsung masuk mobil dan mengendarai mobilnya.
“kau tau? Mengapa aku suka musim dingin? Bukan karena salju turun di musim ini” celetuk Hyejin
”Udara, Udaranya sangat segar” jawab Brian
”wah…mengapa kau bisa tahu? Brian, kau memang hebat!” puji Hyejin sambil terus menikmati pemandangan di luar. Jendela mobil yang dibuka lebar membuat rambutnya bergerak-gerak indah. Briamn melirik gadis itu dengan sudut matanya.

Ia benar-benar mirip….

Pandangan matanya dialihkan ke sebuah album foto yang ada di jok mobil sebelah kanannya.

“Oppa…aku ingin pergi ke pantai Busan, kau tahu ombak disana indah sekali. Jika aku sembuh nanti aku ingin pergi kesana”
”maukah kau pergi denganku? Tapi kapan? Apakah aku masih sempat kesana? Kata dokter umurku tidak akan lama lagi”

Always I am only yours. Already you’re the only thing living inside me.
We’ll only be together until today but take this heart with you and go.
Good-Bye.

<<<>>>

As if its nothing, you turn away first.
This loss I have to cope with by myself must be my share.
If I bury the precious memories your hands have given me deep into time,
then it’d probably become little cloudy.
You’ve left and although I have to fill this empty seat with my tears
As much as we loved, I wish you that much happiness.
Good-Bye

Sebuah mobil sport silver dengan kap terbuka melaju dengan cepat. Angin kencang menyapu rambut pria berjas putih itu. sorot matanya terlihat tajam, jemari tangannya mencengkeram erat kemudi, speedometer menunjukkan sang pengemudi mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi

~Hwanhee POV~
Hyejin…kau dimana sekarang?
Mengapa kau lakukan ini
Lupakan Eric
Lupakan dia
Aku ingin memilikimu seutuhnya

<<>>

”Waaaahhhhh…. indahya… udaranya segar,” teriak Hyejin kegirangan ketika sampai di pantai Busan, iapun segera berlari ke bibir pantai diikuti Brian dari belakang. Hyejin berlari kesana-kemari menikmati hembusan angin pantai.
Dipinggir pantai Brian membuka album foto warna hitam yang sedari tadi dibawanya. Dilihatnya gadis cantik bermata indah dalam foto itu.

”Bibi lepaskan aku, lebih baik aku mati. Sudah tidak ada gunanya lagi aku hidup”
“Oppa…aku ingin pergi ke pantai Busan, kau tahu ombak disana indah sekali. Jika aku sembuh nanti aku ingin pergi kesana”

Dua memori itu berkelebat cepat bagai film documenter yang diputar di hadapannya. Bercampur aduk menjadi satu. Ditatapnya sekali lagi foto dalam genggamannya dan ia letakkan di atas pasir pantai

Hyojin…

Air mata Brian mulai menetes. Tubuhnya terguncang dan jatuh terduduk

Apa yang telah kulakukan? Dia… dia bukan Hyojin…. Bukan Hyojin….

Tubuh Brian semakin terguncang, Hyejin yang dari tadi asyik menikmati indahnya pemandangan pantai menatap heran Brian dari kejauhan
”Brian…..” ucap Hyejin dengan tatapan penasaran
”Hyejin….” mendadak suara bariton terdengar dari kejauhan. Hyejin menoleh ”Hwan oppa……..”

<<<>>>

Brian meletakkan rangkaian bunga aster di sebuah makam. Ia berdiri cukup lama disana, hanya diam dan menatap nisan dihadapannya. Lalu ia meletakkan sebuah foto yang berbingkai indah di depan nisan. Foto gadis cantik bermata indah, Kim Hyojin. Sesaat kemudian Brian memutar kakinya dan melangkah pergi

Don’t talk, just leave me a smile and go.
Even if I don’t hear the saddest words in the world, I know now.
I see that a time to put up a dream-like love as come to me as well.
I’d probably find out what pain is.
Always I am only yours. Already you’re the only thing living inside me.
We’ll only be together until today but take this heart with you and go.
Good-Bye

PERSONAL NOTES^^

Buat yang baca fanfic ini, sekali lagi ini bukan drama. Meski ada gambar-gambar yang menjelaskan alur cerita. Ini murni fan fiction tapi berdasarkan MV “Goodbye” milik Fly To The Sky. Ide awal cerita ini karena Sofie bingung sebenarnya yang diceritain sama MV ini apa? Lagunya bagus, tapi MV nya bikin bingung karena sosok Brian digambarkan sebagai tokoh yang sedang dihadapkan pada dua kejadian yang sama dalam waktu yang berbeda. Intinya dia tidak sadar bahwa memori masa lalunya nge-bland dengan kejadian yang dihadapinya. Jadi Sofie “berkhayal” alur ceritanya seperti fanfic diatas, eh… tapi kalo dirasa-rasa rada nyambung ya? Oke jangan lupa kasih komentar ya^^ dan terima kasih atas kunjungannya ke mycolorisland, jangan kapok maijn kesini ya^^

*) lirik bahasa inggris diatas adalah terjemahan bahasa inggris dari lagu ”Goodbye” milik Fly To The Sky. So kalo baca fanfic ini sambil dengerin lagunya ya, dijamnin makin dapet soulnya. Selamat membaca

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 15, 2010 in Fan Fiction, Korea

 

Tag:

2 responses to “[Fan Fiction] Goodbye …

  1. zhiee

    April 14, 2011 at 7:38 am

    kenalan sama cast cast nya dulu ._.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: