RSS

[Fan Fiction] 2nd Chance

06 Feb

Author : Sofie Junnosuke (mycolorisland)
Genre: romantic
Rate : All Age
Cast : Eric Mun (Shinhwa), Tony Ahn (H.O.T), Taguchi Junnosuke (KAT-TUN), YUI

“Yuri, masih menunggu siapa? Pesawatmu segera take off” seru Tony Ahn, kakakku. Mataku belum mau lepas dari pintu masuk bandara, jujur aku sangat berharap ada sosok yang kukenal mucul disana. Tapi, sepertinya harapanku hanya sia-sia belaka. Kuputar langkah dan kutarik koper lalu berjalan ke terminal keberangkatan. Tony oppa berjalan disampingku pelan seraya merangkul pundakku erat, seakan perpisahan ini membuat kami tak akan bertemu selamanya. Padahal keberangkatanku ke Jepang hanya 2 tahun. Aku mendapat beasiswa melanjutkan studi S2 Ekonomi Bisnis di Tokyo University atas rekomendasi Profesor Tanaka.

“Yuri, kau yakin dengan keputusanmu ini? Studi S2 kan tidak harus ke Jepang” Tanya Tony oppa serius, kuhela nafas beberapa saat. “Kau terima tawaran Profesor Tanaka bukan karena masalahmu dengan Eric bukan. Bukan karena ingin lari dari masalah kan?” selidik Tony oppa. “Kakak ini bicara apa sih? Harusnya kakak tahu impianku dari kecil apa. Cita-citaku kan ingin sekolah di Jepang. Jadi ketika Profesor Tanaka memberi tawaran ini tentu saja tidak mau ku sia-siakan begitu saja” jawabku dengan jelas. Kakak…. Maafkan aku, aku berbohong, kakak benar…

Ya… Eric, Eric Mun. Ia adalah tunanganku, ah bukan! Lebih tepatnya adalah mantan tunanganku. Kami hampir saja menikah satu minggu yang lalu. Berawal dari perjodohan keluarga, aku berusaha mencintainya. Tapi tidak dengan dia, sikapnya sangat dingin dan tidak mudah ditebak. Tidak peduli seberapa keras usahaku untuk membuatnya jatuh cinta padaku, sama sekali tidak memberikan efek padanya. Yang lebih menyakitkan, tepat sehari sebelum pernikahan ia membatalkan pernikahan kami. Jika memang ia tidak ingin menikah dengaku mengapa baru dikatakan sekarang? Disaat aku sudah terlanjur sangat mencintainya?

“Yuri, maafkan kakak”
“untuk apa kakak minta maaf? Kakak tidak salah” jawabku tersenyum, tapi terlihat palsu
“harusnya sejak awal kakak tahu, perjodohan itu membuatmu tidak nyaman. Eric sama sekali tidak memberimu perhatian dan kakak tetap memaksa kalian untuk terus melanjutkan perjodohan ini hanya karena wasiat orang tua kita” mendengar itu dadaku terasa begitu sesak, terasa sangat berat. Tidak, aku tidak boleh menangis…

“oke, jaga dirimu baik-baik di sana. Sering-seringlah memberi kabar. Jika tidak kakakmu ini akan sangat cemas” ucap Tony oppa ketika sampai di depan pintu terminal keberangkatan. Ia mengacak-acak topi rajutan warna putih yang kupakai lalu memelukku erat. “jangan cemas, aku pasti baik-baik saja” ujarku

Eric…tolong hentikan aku
Jangan biarkan aku pergi
Tolong hentikan aku… kali ini saja…

Kulambaikan tanganku kepada Tony oppa, ia membalas lambaian tanganku dan tersenyum. Sekali lagi pandangan mataku masih saja kulayangkan ke arah pintu masuk bandara. Sepertinya memang tidak datang dan tak terasa mataku mulai berkaca-kaca…

ooOoo

2 years later

“Yuri-san…….!!!!” Teriak seorang pria berperawakan tinggi dari kejauhan..Aku berbalik dan tersenyum padanya. Ia berlari-lari kecil membuat rambut yang dicat warna coklat itu bergerak-gerak, tidak hanya itu tas yang tersembunyi di balik punggung berbalut jaket tebal juga ikut bergerak-gerak.
“Junno-san, ada apa memanggilku seperti itu? ” tanyaku heran, ketika ia sampai di hadapanku
“aah… sepertinya aku lupa jika ada janji. Yuri aku duluan ya?” pekik Yui cepat dan segera berlalu pergi. Yui, ia teman baikku dan juga teman satu apartemen, ia sangat membantuku beradaptasi dengan budaya Jepang di awal tahun pertama kuliah. Tanpa dia, entah apa jadinya apalagi kedatanganku ke Jepang 2 tahun lalu karena ingin melupakan sesuatu. “Yui…kog aku ditinggal sendiri?”teriakku, tapi dia terus berlari menjauh. Sesaat ia berbalik “Junno-kun, semangat!” seru Yui cekikikan dari kejauhan.

“omedetou, nilai thesis-mu sangat bagus…” ucapnya memberi selamat sembari mengulurkan tangan. Kubalas uluran tangannya “sangkyu…..” jawabku. Ia tersenyum lebar, ah senyumnya ini…….

“uhm….errrrr…. nanti malam ada acara?” tanyanya gugup, aku tahu kebiasaan garuk-garuk kepala ketika gugup sama sekali tidak bisa lepas darinya. Aku hanya menggeleng. Tiba-tiba Junno-san berbalik “Yes!!!” teriaknya pelan sambil mengepalkan kedua tangannya di depan dada. “ada apa memang?” Tanyaku penasaran

“maukah kau makan malam denganku? Ehm…aku kan pernah berjanji kalau kamu lulus ujian thesis dengan nilai bagus akan kutraktir makan malam? Kau masih ingat?”
“aha!!! Iya ingat…ingat…!!! Jadi kamu mau membayar janjimu itu?”
“kutunggu jam 8 di restoran dekat Tokyo Tower ya? Ingat jangan telat. Sudah aku mau mengurus berkas-berkas wisuda dulu ya? Bye…” dalam hitungan detik yang dapat kulihat hanya punggungnya yang semakin mengecil dan hilang ketika berbelok di ujung koridor.

Aku tersenyum. Taguchi Junnosuke, teman sekelas yang sebenarnya lebih tua 4 tahun dariku. Ia lebih suka di panggil Junno dibanding dipanggil Taguchi. Ia juga tipikal pria tampan yang digilai banyak wanita, pintar menyanyi dan nge-dance, akademiknya juga bagus. Tak salah jika ia salah satu mahasiswa yang beruntung karena dipercaya sebagai asisten dosen, tepatnya asisten Profesor Tanaka. Dosenku dulu di Seoul University

ooOoo

Hari ini Tokyo diguyur salju tipis. Meski begitu, dinginnya tetap saja menusuk tulang seperti ketika terjadi badai salju berhari-hari. Kumasukkan tangan ke saku jaket dan kurapatkan jaket tebalku. Lagu berjudul “Over…” terus menggema di balik headphone yang kupakai. Lagu ini dinyanyikan oleh“K” seorang penyanyi RnB Korea yang sangat sukses berkarir di Jepang. Lagu ballad memang cocok di play ketika cuaca seperti ini.

Tiba-tiba langkahku terhenti di depan taman, ditengah turunnya salju kulihat seorang pria berlutut dihadapan seorang wanita. Pria itu lalu merogoh sesuatu dari saku jaketnya, sesaat sang wanita terlihat terkejut dan pipinya bersemu merah ketika sang pria menyematkan sebuah cincin di jari manisnya. Kemudia mereka berpelukan. Melihat kejadian itu, reflek tanganku meraba kalung yang kupakai, sebuah cincin masih tergantung disana. Kurasakan tiap lekuknya. Ujung mataku terasa basah dan hatiku terasa semakin campur aduk ketika lagu “Aitakute Aitakute” milik Kana Nishino menyelip masuk ke telingaku

ai taku te ai taku te furueru
kimi omou hodo tooku kanji te
mouichido kika se te uso demo
ano hi no you ni ” suki da yo ” tte ?

Eric, mengapa waktu itu tidak kau cegah aku? Benarkah kau tidak mencintaiku?. Sungguh aku tak sanggup menghapus namamu dari hatiku. Apa yang harus kulakukan? Rindu ini sungguh menyiksaku…

kyou wa kinen bi hontou dattara
futari sugoshi te i ta ka na
kitto kimi wa zenbu wasure te
ano ko to warai atteru no ?
zutto watashi dake ni kure te ta kotoba mo yasashi sa mo
daisuki datta egao mo zenbu
ano ko ni mo mise teru no ?

langkah kaki terasa begitu berat menaiki anak tangga apartemen. Aneh, sudah berapa kali lagu Kana Nishino ini aku reply?. Stop Yuri…stop…!!! bukankah sekarang kau baik-baik saja dengan keadaanmu sekarang?. Kuhela nafas dalam-dalam dan kukeluarkan sehingga membuat gumpalan uap air berwarna putih. ”ya.. aku baik-baik saja” bisikku memotivasi diri. Ketika hampir sampai ruang apartemen, aku mulai kebingungan setelah sadar tidak ada kunci di dalam tasku. ”hey, dimana kuncinya?” ujarku sambil terus mengaduk-aduk seluruh isi tas. Dari mulai saku depan hingga saku-saku kecil yang tertempel di samping kanan-kiri tas.

Baby I know
kimi wa mou watashi no mono ja nai koto kurai
demo doushitemo kimi ja nakya dame
da kara
You are the one

”inikah yang kau cari?” suara bass itu mengagetkanku, reflek kudongakkan kepalaku

ai taku te ai taku te furueru
kimi omou hodo tooku kanji te
mouichido futari modore tara?
todoka nai omoi my heart and feelings
ai tai tte negatte mo ae nai
tsuyoku omou hodo tsuraku natte
mouichido kika se te uso demo
ano hi no you ni ” suki da yo ” tte ?

Dadaku mendadak terasa sesak kembali, padahal tadi sudah lebih baik. Jantungku semakin cepat berpacu. Aku kesulitan bernafas sehingga mataku berkaca-kaca hingga pandanganku terlihat kabur karena tetutup air mata. Beruntung aku bisa menahannya.

“Eric……………” gumamku dengan suara parau.

I love you hontouwa
I ‘ m in love with you baby
I love you
But still I can ‘ t tell my words of love

Ia tersenyum. Ya, ia tersenyum. Aku belum pernah melihat ia tersenyum seperti ini. Tidak pernah sekalipun. “kau mau membiarkan aku mati kedinginan disini? ” ucapnya dengan nada bercanda

ooOoo

“maaf, aku kesini tidak memberitahumu terlebih dahulu” ucap Eric hangat. Jujur aku belum mampu berkata-kata, dari tadi hanya Eric yang terus berbicara. Aku hanya bisa terdiam, menjaga supaya jantungku tidak terloncat keluar.

“emmmm… kau su..dah..makan?” tanyaku terbata-bata. Ia menggeleng dengan ekspresi kekanak-kanakan. Mengapa hatiku terasa sakit melihatnya dengan ekspresi seperti itu?. Aku bangkit dari duduk dan menuju dapur, memanaskan beberapa lauk siap saji. Jelas terlihat, ujung mataku menangkap sosoknya terus memperhatikanku dari meja makan. Dapur apartemenku memang diset open kitchen jadi apapun yang kulakukan pasti terlihat. Seandainya Tony oppa bersamanya disini pasti akan lebih mudah. Atau paling tidak Yui sudah pulang, pasti aku tidak secanggung ini.

“Kau tidak makan?” tanyanya disela-sela makan. Aku menggeleng “Aku sudah ada janji makan malam dengan teman, makanlah” jawabku dengan senyum yang terlalu dipaksakan. “janji makan malam? Dengan seorang pria?” Tanya Eric menyelidik. Sekali lagi aku hanya mengangguk. Ia tersenyum tipis “sudah kuduga” lalu ia kembali melanjutkan makannya.

“Maaf, waktu itu aku tidak menyusulmu ke bandara” ucap Eric memecah keheningan, kami sekarang ada di balkon apartemen. Melihat suasana kota Tokyo yang baru saja selesai diguyur salju. Lampu temaram di jalanan membuat salju yang menempel di dahan pohon menjadi berkilat-kilat, indah sekali. “Sudahlah, jangan ungkit lagi masalah itu” jawabku dingin, bahkan secangkir kopi panas di tanganku tidak berhasil menghangatkan hatiku.

“Justru karena itu, aku kesini ingin menjelaskan semua yang kurasakan dua tahun belakangan ini” timpal Eric. Ia menoleh ke arahku, lalu membalikkan posisiku hingga tepat di hadapannya. Kedua tangannya memegang erat bahuku. “Ahn Yuri, setelah kau pergi aku mulai sadar kau sudah benar-benar telah mengisi hatiku. Aku tahu mungkin aku sangat bodoh harus menunggu dua tahun untuk mencarimu dan mengatakan ini” kudengar suara Eric mulai parau, dan matanya sedikit merah. “dan mungkin juga aku sudah terlambat….tapi…..”

“Yuri…aku pulang….eh ada tamu!!!!” seru Yui yang baru saja masuk apartemen. Dengan cepat Eric melepaskan tangannya dari bahuku. Lalu aku berlari ke arah Yui, “Yuri, siapa dia?” Tanya Yui penasaran.
“Yui tolong ya, kau temani dia. Aku ada janji dengan Junno-san” potongku terburu-buru dan mengambil jaket dan tas yang tergantung di dekat pintu dengan serampangan. Yui dan Eric hanya bisa terdiam. Maafkan aku Eric, maafkan aku Yui…. Aku keluar apartemen dengan mata berair, aku sudah tak tahan lagi…

ooOoo

“jadi kamu yang namanya Eric????” Tanya Yui dengan membelalakkan mata saking kagetnya. Eric mengangguk dalam “apa kau pernah mendengar sesuatu, ehm… maksudku cerita dari Yuri tentangku?” Tanya Eric penasaran. Eric menilai, Yui tahu cukup banyak tentang masalahnya dengan Yuri. Seketika Yui bangkit dari tempat duduknya, dan mengambil sesuatu di kamar.

Sesaat kemudian, ia keluar kamar dengan membawa sesuatu “Yuri pernah menunjukkan ini padaku” Yui menyerahkan sebuah buku harian milik Yuri kepada Eric.
“kau tahu? Pertama kali ia datang kesini dalam keadaan depresi berat. Bukan karena masalah adaptasi budaya baru tetapi masalah yang ia bawa dari Korea” ucap Yui mengawali penjelasannya. Raut muka Eric seketika berubah serius, dengan cepat tangannya membuka tiap lembar buku harian itu. “Yuri sudah tidak pernah mengisi buku harian itu sejak ada satu setengah tahun lalu, mungkin ia ingin melupakan masa lalunya yang tergambar jelas di buku harian itu”. Yui menghela nafas sebentar kemudian melanjutkan ceritanya
“Yuri pernah cerita padaku, ketika kalian dijodohkan. Yuri sama sekali tidak memiliki rasa apapun kepadamu, tapi ia berusaha untuk mencintaimu dan ia juga berusaha supaya dirimu juga mencintainya. Tapi sama sekali tak ada respon darimu. Hingga kau putuskan membatalkan pernikahan” ucap Yui.
“lalu apa ia mengatakan sesuatu lagi?” Tanya Eric penasaran.
“ia mengatakan, waktu itu ia sudah benar-benar mencintaimu. Ia sangat terluka ketika kau perlakukan dia seperti itu. Bukankah lebih baik ketika dikatakan saja sejak awal? Sebelum ia benar-benar mencintaimu, itu akan lebih baik baginya. Disaat bersamaan, ia mendapat tawaran beasiswa kuliah S2 di Jepang. Ya… kau tau sendiri kelanjutannya seperti apa”

Eric menutup muka dengan kedua tangannya, jelas sekali ia sangat menyesal. Mengapa penyesalan selalu datang di akhir? Mengapa harus menunggu 2 tahun untuk memberanikan diri mencarinya? Tak henti-hentinya Eric merutuki dirinya sendiri. Ia begitu bodoh, menyia-nyiakan cinta seseorang yang sekarang begitu ia cintai. Apakah ia sudah benar-benar terlambat?

“saat ini, ada seorang pria yang dekat dengannya. Namanya Taguchi Junnosuke. Kami bertiga sahabat baik. Aku tahu Junno memendam perasaan kepada Yuri sejak kuliah tahun pertama”
“apakah Yuri meresponnya?” Tanya Eric buru-buru
Yui menggeleng “ia hanya menganggap Junno sebagai teman, tidak lebih. Bukan namanya Taguchi Junnosuke jika menyerah begitu saja. Ia selalu mencoba menarik perhatian Yuri”, Yui tersenyum lalu melanjutkan kembali ceritanya “dan aku tahu, siapa yang ada di hati Yuri”
“siapa? Katakan padaku siapa dia? Pria yang bernama Taguchi Junnosuke itukah?”
“Eric, kaulah yang ada di hatinya” jawab Yui cepat, Eric terlihat sangat kaget. “hanya aku yang tahu cincin tunangan darimu masih ia pakai sebagai liontin di kalungnya. Hanya aku yang tahu, hampir setiap malam ia menangis memanggil namamu”

Mata Eric kini mulai berkaca-kaca, ia tidak menyangka jika Ahn Yuri masih begitu mencintainya. Tadi ia sempat ragu dengan sikap Yuri yang begitu dingin. Jadi ini? Ia tidak bersikap dingin, tapi karena ia canggung, karena ia gugup. Ya… Eric mengerti sekarang

“Junno pernah bilang padaku ia akan melamar Yuri malam ini, jika tak mau terlambat sekali lagi cepat susul dia. Mereka makan malam di restoran dekat Tokyo Tower”

Tanpa mendengar instruksi selanjutnya Eric langsung berlalu pergi setelah sebelumnya berterima kasih. Tokyo Tower tidak jauh dari apartemen Yuri, dengan jalan kaki 10 menit bisa sampai. Eric mempercepat langkahnya yang lama-lama menjadi berlari, berlari dan semakin kencang. Ia tidak ingin kehilangan Yuri untuk kedua kalinya

Yuri….tunggu aku
Tolong, kali ini tunggulah aku….

ooOoo

“Maafkan aku Junno-san” ucap Yuri dengan menundukkan kepala dalam-dalam. Wajah Junno yang tadinya sangat ceria kini berangsur muram. Tapi ia berusaha menutupinya dan berakting seakan-akan semuanya masih baik-baik saja. Junno masih berusaha untuk tersenyum ketika menutup kotak cincin yang dipegangnya. “tidak apa-apa Yuri, paling tidak aku sudah mengatakannya bukan? Apapun hasilnya sudah aku perhitungkan sebelumnya”

“sekali lagi maafkan aku Junno-san, aku belum dapat melupakannya. Jika aku menerimamu di saat kondisi seperti ini aku takut itu akan menyakitimu” jelasku

“beruntung sekali lelaki yang mendapat tempat spesial di hatimu itu” ujar Junno dengan suara bergetar. Cukup lama mereka terdiam, entah sudah berapa menit. “sudah malam, aku harus pulang. Kau juga harus pulang Yuri. Mau kuantar?” tanyanya ramah seakan tidak terjadi apa-apa. Aku menggeleng “tidak, aku bisa pulang sendiri”
“oke baiklah, aku pulang duluan ya? Besok pagi-pagi sekali aku harus bertemu Profesor Tanaka untuk membatu mempersiapkan presentasi hasil penelitiannya. Hati-hati di jalan ya?” pesannya sebelum pergi. Ia pergi dengan senyuman manisnya, semoga ia baik-baik saja. Sudah malam, sebaiknya aku segera pulang. Kuputar langkahku, namun seketika terhenti….

“E….ric……” gumamku pelan

Nafasku mulai tak beraturan ketika ia berjalan menghampiriku. “Yuri… beri aku kesempatan sekali lagi….” Matanya menatap lekat mataku. Aku tak sanggup menatap matanya, sungguh tak sanggup. Cara memandang seperti itu bagaikan panah yang tepat mengenai sasaran. Kupalingkan wajahku dan berjalan pergi meninggalkannya.

“Yuri-ah….”

Langkahku mendadak terhenti, ia memanggilku apa?

“Yuri-ah….”

Sekarang aku benar-benar tidak bisa bernafas, jantungku semakin hebat berdegup. Kurasakan punggungku menjadi hangat. Ia memelukku dari belakang, erat sekali. Tangannya yang hangat menggenggam erat tanganku.

“Yuri-ah…………..Saranghae ” bisiknya di telingaku. Aku semakin terguncang “lepaskan aku, tolong lepaskan aku” teriakku dengan menangis. Aku mulai berontak dan berhasil lepas dari dekapannya. “Aku….aku…aku tidak mencintaimu” teriakku frustasi, aku tidak ingin sakit hati lagi

“kau berbohong kan? Katakan Yuri kau berbohong !!!!”

“aku tidak mencintaimu Eric, tidak! Tidak! Tidak! Kau dengar? Tidak!”

Dengan cepat Eric menghampiriku, dan membuka syalku dengan tergesa-gesa. “Eric, apa yang kamu lakuakan? Eric! Jangan!” teriakku, sayang Eric tidak mempedulikannya.

“kalau kau tidak mencintaiku, lalu apa ini????” tanyanya seraya menunjukkan cincin pertunangan yang masih tergantung di kalung yang kupakai. Air mataku semakin deras mengalir. “aku belum terlambat kan?” Tanya Eric pelan dan lembut. Tubuhku terasa begitu lemas dan nyaris terjatuh jika Eric tidak mencegahku dengan pelukannya.

“aku belum terlambat kan?” bisik Eric sekali lagi
“Aku tidak sanggup Eric, aku tidak sanggup lagi…….” Suaraku semakin parau, Eric mendekapku semakin erat. “Aku tidak sanggup lagi untuk melupakanmu, aku menyerah. Aku tidak bisa… aku tidak bisa ….” tangisku semakin meledak.
Ia menghapus air mataku dan tersenyum padaku. Senyum itu… begitu mendamaikan hatiku. “terima kasih…. Saranghae…..” belum sempat aku menjawabnya, ia sudah mengecup keningku dengan hangat.
“nado saranghae…..”

[THE END]

[PERSONAL NOTES – February 4th 2011, 01.00 am ]
Finnaly… selesai juga fan fiction ini, bener-bener fan fiction lintas boysband dan lintas Negara (korea & jepang).
Tolong di komentari ya chingu-ah, terima kasih sudah mau membaca dan mengunjungi mycolorisland. Ditunggu kunjungan selanjutnya ^^

lirik lagu jepang diatas adalah lagu “aitakute aitakute” (i miss u, i miss u) by Kana Nishino

 
24 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 6, 2011 in Fan Fiction, Jepang, Korea

 

Tag: , , , , ,

24 responses to “[Fan Fiction] 2nd Chance

  1. ichanyuu

    Februari 6, 2011 at 9:07 am

    kakaaak ini akuuuu hehehehe ^^

    woaaah hmmm bingung mau komentar apaa hehehehe tapi overall bagus koook cara nulisnya baguuus hehehe

    walo yuri nya rada2 kenapa jg masih sukanya sama eric -_-; n ericnya rada OOC yaaa but oh well whtvr

    bikin lagi ya kaaa ^^

     
  2. Gyufishy

    Februari 6, 2011 at 11:31 am

    Wah bagus🙂
    Wlo ak ga bgtu tau ama castnya kecuali yui🙂
    Aaaah ak suka yg happy ending kaya gni…

     
  3. Tiwie

    Februari 6, 2011 at 12:20 pm

    Kakak..! Keren banget..!

     
  4. ratnabewe

    Februari 6, 2011 at 12:29 pm

    unnie…DAebak!!! keren!! :3
    harusnya tadi aku yang jadi pertama ._. gara-gara harus siaran jadi telat deh… -_______-”
    tapi gak apa karena emang keren banget!!!!!!
    lagi yaaaa…^^

     
  5. zaara

    Februari 6, 2011 at 12:41 pm

    huhuhu. . . . Suka banget pas bagian yuri ketemu eric di depan apartemen. Saya bacanya sampe nahan nafas *menghayati banget* bagus eon, . . . Bagus bgt. Jempol dah

     
  6. mizmizuno

    Februari 8, 2011 at 1:56 pm

    glek. . . Ada Taguchi-san *tunjuk tunjuk* wew nee-chan baru kali ini nemuin fanfic yg castnya campur aduk korea-jepang. Hihi . . . .

    Hm. . .cara berceritanya bagus. Cuma kog aku ngerasa ini kisah cinta yg kurang realistis ya? Haha jgn digebukin y neechan, kan kritik membangun.

    Oiya paling suka endingnya, penyampaianny bagus *jadi kebawa suasana* sayang taguchi-san ga jadian sama yuri-san

    kapan2 bikin ff lagi dong

     
  7. shanae chan

    Februari 10, 2011 at 9:31 am

    aaaaa eric…sofie mah nga jauh2 m shinhwa *ga heran fansnya shinhwa*…bagus kok sofie fanfic nya..romantis…singkat n padat..nga bosen bacanya..

     
  8. ezkjpr

    Februari 10, 2011 at 10:28 am

    Kak sofieeee, bagus deeh kaaaak. Ah eric tega(?) -_-heheee. Happy ending~ after story dong kak._.

     
  9. tmaxfanfic

    Februari 11, 2011 at 5:35 am

    Keren!! Cool!! Aku suka endingnya…. >.<
    Tapi kurang bisa menghayati nih, abis ngga tau pemerannya sih….. –" hehe….

     
  10. Usagi_Lan

    Februari 11, 2011 at 2:34 pm

    Hmmm..
    Saya ga bisa bayangin YUI m’jd karakter yg dgambarkan dlm ffmu nee-chan..
    *gigitjari
    tp, overall..
    Cerita’y bagus..
    Menyentuh..
    *elap2 air mata haru
    2 jempol tangan plus 2 jempol kaki kuacungkan u/mu nee-chan..
    Gubrak!
    *jatoh dr kursi
    oia nee-chan..
    gmana kalo Junno sama YUI aja..?
    Hehehehe
    *dlempar

     
  11. mycolorisland

    Februari 12, 2011 at 8:34 am

    chingu-ah. . . Makasih semuanya yang udah baca, *terharu*

    rata rata pada komen cast yg g dikenal ya? Justru itu sofie mw ngenalin mereka sama temen2 smua. Nah jadi tau kn? Ada yg namanya Eric Mun, Tony Ahn, Taguchi Junnosuke, YUI

    @Usagi_Lan *garuk2 kepala* iya ya karakterny YUI kesanny cm buat tempelan. Oke2 kpn2 tak bikin YUI, Erika Sawajiri, Ikuta Toma, Ryo Nishikido

    @eza after story? Hahaha kalo sempat. Mending ff baru za. . .

     
  12. JunAh

    Februari 12, 2011 at 7:29 pm

    :3
    keyeeeeeeeeennn…JunAh suka JunAh suka…
    pengen nendang si om eric (?)
    tapi tapi,nanti saya di omelin Hyesung…gimana dong?? T^T (abaikan)
    pokoknya keren dah!!!
    LANJUTKAN!!!

     
  13. mycolorisland

    Februari 13, 2011 at 8:23 am

    @JunAh (_ _’) nendang eric? ~lalala tendang Jun, jewer Chulli, cubit channie, towel hanbi aaaaahhh~

    woaaaa. . . . Eric dipanggil om. Tapi om cakep kan?

     
    • JunAh

      April 13, 2011 at 5:12 pm

      -__-” kl mau jewer Chulli mah silakan..paling di amuk adhys… cubit Channie?? silahkan.. Shanah yang ngamuk… towel HanBi?? siap2 aja di bombardir dara.. tp Jun aku jangan ditendang..
      hmmm.. ._. ‘_’ ._. ‘_’ cakep gak yah?? -3-)

       
  14. Jenniie

    April 14, 2011 at 12:48 am

    ini fanfic yg jadi sequel Old Feeling kan?

    Bagus bgt, to the point g bertele tele. Jujur eon, bagusan yg ini dr pd yg Old Feeling, hahaha soalnya ini soulnya lebih kerasa. Ditunggu fanfic selanjutnya

     
  15. specialitee

    April 15, 2011 at 5:09 am

    unni, aku baru inget ff ini, hehe..aku cuma simpen linknya d fav,,😀
    ahh, ama eric juga toh akhirnya..😀
    eric nyadarnya lama bgt dah ampe 2thn..tp gapapa lah xD
    aaa.,mian baru comment ._.v

     
  16. yani

    Juli 27, 2011 at 12:42 am

    good job sofy.. tpi kok lyare item2 ya, mungkin krna sofy maskulin.. hehehe.. sory sukanya yg berwarna2 gtu.. hehehe.. tpi critanya bagus kok.. ditunggu crita selanjutnya ya.. ganbate..

     
    • mycolorisland

      Juli 27, 2011 at 1:35 am

      yaniiiiiii…… maksih ya udah baca^^
      emang aku maskulin y? hohoho nggak juga, mungkin karena koneksi yang lemot yan, jadinya item. yang abu-abu sebenarnya cuman pinggirannya doang, jadi nggak item hehehe

       
  17. Milkyta Lee

    April 9, 2012 at 1:09 pm

    KEEERRREEEN!!!!!!KEREN TO THE MAX!!!OM ERIC TUNGGU AKU AJA GMN? #capssowak TT_TT terharu dan keren!

     
  18. puputshp

    Januari 11, 2013 at 1:24 pm

    eric samchonnnn!!!!!! kamu kerennn… ekspresi kekanakkanakan mu lucu poll

    hwaiting!! gue nunggu sekuel buat dongwan oppa…

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: