RSS

[Fan Fiction] Old Feeling

13 Apr

Author : mycolorisland
Genre : romance
Rate : All Ages
OST :

Saranghamyeon Andoeni (Can’t I Love You?) ~ Kim Nam Gil [download mp3 ]
Cast:
Kimjun, Shin Minchul, Park Yunhwa, Joo Chanyang, Park Hanbi (T-Max) as themself
Eric Mun (Shinhwa), Tony Ahn (H.O.T & JTL), Tanaka Koki (KAT-TUN), Taguchi Junnosuke (KAT-TUN), YUI as themself

sequel from : 2nd Chance [ read click here ]

ooOoo

udara awal musim semi kota Seoul pagi ini terasa sangat segar. Kulihat cuaca sangat cerah. Langit biru bersih hanya disapu awan putih yang sangat tipis. Beberapa pohon sakura sepanjang trotoar sedang memamerkan keelokan bunga-bunga mereka. Aku sendiri heran, mengapa pohon khas Jepang ini bisa tumbuh disini. Hahaha…pikiran bodoh. Di zaman seperti sekarang ini apa sih yang yang tidak bisa dilakukan?

Tiba-tiba aku kangen dengan suasana Tokyo, Harajuku, Shibuya, dan Tokyo University. Aah… kapan ya aku bisa berkunjung kesana lagi?. Bertemu Profesor Tanaka, sahabatku Yui, dan… uhm… tentu saja Taguchi Junnosuke. Bagaimana kabarnya ya? Aku masih merasa bersalah dengan kejadian malam itu. Junno-san, aku yakin pasti kamu akan menemukan wanita yang tepat.

Hari ini adalah hari ke-5 sejak kepulanganku ke Seoul. 2 tahun di Tokyo membuatku rindu dengan suasana kota ini. Sekarang aku sedang memulai bisnisku sendiri dengan mengelola sebuah butik yang diisi dengan koleksi rancangan dua sahabatku Shin Ran Byul dan Choi Ha Ni.

Lion Heart di ponselku mendadak berteriak nyaring sekali

“ya, ha ——- ”belum selesai kuucapkan salam, orang diseberang sana sudah mulai cerewet membuatku sedikit menjauhkan ponsel dari telinga.

“Yuri-ah… kau sekarang dimana? Sudah kubilang aku ingin mengantarmu ke butik tapi kamu sudah berangkat duluan. Jangan bilang kamu jalan kaki di trotoar dan naik bus umum”

Aku terkekeh mendengarnya. Bagaimana tidak? Seorang Eric Mun yang terkenal pendiam itu hanya karena masalah sepele seperti ini berubah menjadi makhluk cerewet.

Setelah mendengar ceramahnya panjang dan lebar itu kututup ponselku. Aku tersenyum simpul. Eric, pria itulah yang menyusulku ke Tokyo bulan lalu. Ia menyesal telah membatalkan pernikahan kami secara sepihak dan kami memutuskan untuk memulai semuanya dari awal.

Lamunanku buyar ketika tersadar bus yang akan aku tumpangi sudah lewat di depan mataku. “Yahhh… sudah lewat” teriakku kecewa. Bus selanjutnya pasti datang agak lama. Iseng, kuedarkan pandanganku ke sekeliling halte bus. Mendadak aku tak dapat bernafas dengan baik ketika menangkap sosok pria dengan dandanan casual plus jaket hitamnya. Mata kami sesaat bertemu, dan sesaat itu pula kupalingkan wajahku. Sepertinya aku mengenalnya?
“Kim… Jun…” bisikku ragu & tidak percaya tanpa berani menoleh kepadanya meski hanya sekali.

[Kimjun POV]

“Yahhh… sudah lewat” teriak seorang wanita yang berjarak 4 meter dariku. reflek membuatku menoleh padanya. Mata kami sempat bertemu beberapa saat membuatku tersadar ia adalah wanita yang kukenal. Wajahnya, matanya, rambutnya, gaya berpakaiannya masih sama dengan tiga tahun lalu. Aku ragu antara menyapa atau tidak. Jujur, ingin sekali aku menyapanya tapi namanya tersangkut di tenggorokanku. Alhasil tak sedikitpun suara yang dihasilkan pita suaraku. Yang terdengar hanyalah degup jantung dan suara desir darahku yang menggila.

Ahn Yuri, wanita yang kukenal tiga tahun lalu saat kami sama-sama mewakili kampus untuk sebuah acara training Enterpreuneurship skala nasional. Kami berasal dari fakultas yang berbeda, aku fakultas science dan dia fakultas ekonomi. Tak dapat dipungkiri , acara sepanjang 6 hari di Incheon itu membuat kami sangat dekat. Kukatakan aku terpesona dengannya. Sepertinya ia juga merasakan hal yang sama. Namun anehnya, kami sama-sama jaga image dan tidak ada yang “berani memulai”. Saking seringnya ge-er dan salah tingkah membuat kami merasa tidak nyaman & saling menjauh. Aku merasa benar-benar bodoh dan dibuat gila dengan yang namanya first love.

Dia sudah kembali dari Tokyo! pekikku dalam hati. Hatiku melompat-lompat saking gembiranya. Bagaimana tidak? 2 tahun lalu hatiku remuk mendengar ia dijodohkan keluarganya dengan seorang pria. Kubawa hatiku yang hancur ke Pulau Jeju untuk menenangkan diri. Ketika mendengar ternyata calon suaminya membatalkan pernikahan secara sepihak. Seperti mendapat energi baru, hari itu juga aku kembali ke Seoul. Namun apa yang kudapat? Ia sudah berangkat ke Tokyo, melanjutkan studi S2 nya.

Hari ini kami bertemu kembali. Mataku tak bisa lepas darinya bahkan hingga di dalam bus. Namun, tetap saja mulut terkunci karena tidak berani menyapanya, perasaan 3 tahun lalu masih terpelihara di hatiku. Kurogoh posel di saku jaket, aku harus ceritakan ini kepada Jung Eun Ah yang selama ini menjadi tempat curhatku. Aku ingin ia tahu betapa senangnya diriku hohohoho~

[Kimjun POV end]

ooOoo

“oke oppa…” ujarku bersemangat.
“bagaimana ?” Tanya Choi Ha Ni setelah aku menutup ponsel.
“bagaimana eonni?” Tanya Shin Ran Byul tak kalah penasaran.
Kuacungkan jempol dan tersenyum lebar. “hua……!!!!” Ha Ni dan Ran Byul berhamburan memelukku. “Tony oppa sedang menuju kemari dan ia membawa fotografer yang akan menangani photoshoot katalog kita. Aku dengar fotografer itu sangat terkenal dan sudah beberapa kali menangani photoshoot artis korea terkenal seperti T-Max”

“hua … benarkah???? Eonni… Kakakmu memang hebat! ” teriak Ran Byul
“siapa dulu? Tony Ahn…! Koneksinya memang tidak diragukan” puji Ha Ni.

Tak perlu menunggu waktu lama, Tony oppa sudah datang ke butik. “oppa, mana fotografernya?” tanyaku sambil celingukan.

“sabar, ia segera kemari kog. Nah! Itu dia…” tunjuknya mengarah kepada seorang pria dengan dandanan casual lengkap dengan jaket hitam.
Oh tidak! Mengapa rasa-rasanya waktu menjadi begitu lambat berjalan?

[Kimjun POV]

“aduh, dimana flash disk ku? Disana kan ada file-file konsep photoshoot!!!”
Kuaduk-aduk tasku. Aku memang sengaja selalu mem-back up data penting selain di laptop. Sebab hal-hal yang tidak diinginkan akan mempengaruhi profesionalitas. Jadi meski membawa laptop, tetap saja aku harus membawa flash disk.

“fiuh, ketemu!” pekikku kegirangan. Segera kususul Tony hyung masuk butik, karena hanya akan membicarakan kontrak jadi aku tidak membawa kamera. Siang ini aku akan bertemu klien yang seorang pemilik butik untuk membicarakan kontrak kerja sama. Biasanya yang mengurus kontrak seperti ini adalah dua asistenku, Park Yunhwa dan Park Hanbi. Namun karena mereka juga sedang meeting dengan Planet905 untuk membicarakan kontrak, makanya aku yang meng-handle semua ini.

“sabar, ia segera kemari kog. Nah! Itu dia…” ujar Tony hyung menunjuk kearaku ketika aku menginjakkan kaki di pintu masuk butik.

Langkahku terhenti, mataku tak berkedip karena tidak percaya dengan apa yang kulihat.

“Jun, ayo sini. Ini pemilik butiknya. Kuharap kalian dapat bekerja sama dengan baik” ucap Tony hyung. Aku menelan ludah. Pelan-pelan kulangkahkan kaki yang terasa berat ini menuju mereka.
“Kimjun kenalkan, ini Shin Ran Byul dan yang ini Choi Ha Ni. Mereka berdua adalah designer butik ini” dua wanita itu mengulurkan tangan dan tersenyum lebar
“senang berkenalan denganmu Kimjun-ssi…” sambut Shin Ran Byul
“hai Kimjun-ssi, aku Choi Ha Ni. Semoga kerja sama kali ini berjalan lancar” ucap Choi Ha Ni ramah.
“oiya, dan yang ini adikku Ahn Yuri, dia yang mengelola butik ini bersama Shin Ran Byul-ssi dan Choi Ha Ni-ssi” lanjut Tony hyung sambil merangkul bahu wanita yang kini ada dihadapanku. Untuk kesekian kalinya aku menelan ludah, lidahku terasa kelu. Kutatap wajahnya yang juga terlihat pucat, kurasa ia sangat terkejut.

“hey! Kalian kenapa? Seperti melihat hantu saja” ujar Choi Ha Ni menyadarkanku.
“an…anyeong… Kim, Kimjun imnida” ujarku terbata-bata, dengan ragu kuulurkan tangan. Dengan ragu pula ia membalas uluran tanganku, tangannya begitu dingin dan… sedikit bergetar.
“Ahn Yuri imnida” jawabnya dengan tersenyum. Senyum yang masih sama dengan 3 tahun lalu.

[Kimjun POV end]

ooOoo

“bagaimana dengan yang ini? Ini lebih simple dan natural” ucap Kimjun menunjukkan sebuah konsep foto melalui layar laptopnya. Kulirik Shin Ran Byul & Choi Ha Ni begitu antusias melihat presentasi Kimjun.

“Ehm… Kimjun-ssi. Bagaimana jika konsep katalognya nanti dibuat seperti alur cerita? katalog ini nantinya akan berisi koleksi musim semi kami yang akan dirilis 1 bulan lagi. Jadi bisakah dibuat seperti kisah cinta di musim semi?” ujarku tiba-tiba
“ide yang bagus, berarti konsepnya outdoor ya? Baiklah akan kusiapkan detail konsepnya. Besok bisa bertemu?” jawab Kimjun
“waah, besok aku dan Ha Ni eonni mengurus acara fashion show. Jadi tidak bisa…” ucap Ran Byul sedikit kecewa. Sudah bisa ditebak, mau tidak mau akulah yang akan menemui Kimjun. Cuma berdua? Oh tidak, apa jadinya nanti?
“Kimjun-ssi, bagaimana kabarmu? Lama tidak jumpa” kuberanikan diri berbasa-basi setelah rapat kami selesai. Shin Ran Byul & Choi Ha Ni sudah sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.
Ia tersenyum sekilas “jangan memanggilku seperti itu…Panggil saja Jun”

Aku hanya bisa cengengesan, dan agak grogi memang. Kalian pernah merasakannya bukan? Ketika kalian bertemu kembali dengan cinta pertama setelah sekian lama tidak bertemu. Ya, walau kita meng-klaim ia telah pergi dari hati kita. Tapi tetap saja, sisa-sisa getaran itu masih ada. Tak membutuhkan waktu lama, akhirnya es penghalang itu akhirnya mencair juga. Kami sudah mulai akrab sekarang.

“Ohya??? Park Yunhwa dengan Jung Hyokyung???” mataku terbelalak kaget ketika teman kami sesama trainee diklat Enterpreuneur di Incheon dulu akan bertunangan minggu depan. Dengan ditemani secangkir teh, aku semakin antusias melihat Kimjun menceritakan kabar terbaru teman-teman lama kami. Park Hanbi dan Park Yunhwa sekarang bekerja di studio foto Kimjun. Lalu Shin Minchul kini sudah memiliki studio music sendiri, sesuai dengan impiannya kala itu dan sekarang sedang dekat dengan seorang gadis bernama Shin Hyejae. Teman seangkatanku, Song Ha Seok juga telah bertunangan dengan dokter terkenal di Seoul, Joo Chanyang. Tak lupa pula, ia juga menceritakan beberapa adik tingkat kami seperti Shin Jibin, Song Jiyoo, Han Eunkyung, Jeong Nana, dan Yang Minhyo.

“aah~ aku kangen dengan mereka semua…” celetukku tiba-tiba
“kalau kamu ada waktu, kita bisa mengunjungi mereka” ujar Kimjun sembari memamerkan senyum khasnya.
“apa kau tidak merindukanku?” suara husky itu membuatku menoleh mencari siapa pemiliknya. “Eric…” gumamku pelan. “kenapa kamu disini? Kau tidak bekerja? Lalu siapa yang mengurus kantormu itu?” belum apa-apa Eric sudah kuberondong dengan pertanyaan-pertanyaan karena kedatangannya yang tiba-tiba. Kulirik Kimjun, sepertinya ia kurang nyaman. Entahlah, aku sulit mendiskripsikannya.

“aah~ ada Kimjun rupanya, bagaimana kabarmu? Akhir-akhir ini namamu sering mucul di majalah bisnis. Sudah menjadi fotografer papan atas rupanya, selamat ya?” ucap Eric memberi selamat yang disambut Kimjun dengan senyuman tipis.
“terima kasih, kamu juga sering muncul di majalah bukan? Bahkan bulan lalu menjadi cover majalah Seoul Bussiness sebagai bisnisman muda yang sukses” Eric hanya tergelak mendengar pujian Kimjun. Jujur, aku bingung. Mereka ini membicarakan apa? Majalah bisnis? Cover majalah? Aah~ aku tidak mengerti
“uhm…kalian ini…” ucap Kimjun tertahan seraya melihat kami berdua secara bergantian
“iya, kami sudah balikan. Rencananya minggu depan aku akan membawanya ke LA bertemu orang tuaku untuk membicarakan pertunangan kami” jawab Eric sambil merangkul bahuku
“what??? Eric mengapa tidak membicarakan ini semua padaku sebelumnya? Kau tidak tahu? Aku paling tidak suka semua hal yang sifatnya mendadak seperti ini” protesku keras. Bisa kutangkap dengan ekor mataku, wajah Kimjun berubah aneh sebelum ia beranjak dari duduknya dan berlalu pergi meninggalkan kami berdua.

ooOoo

[Kimjun POV]

@ restoran

Kutatap layar laptop yang berisi konsep photoshoot katalog yang akan kutunjukkan kepada Yuri nanti. Terselip rasa yang tak dapat aku deskripsikan. Sensai yang aneh, antara senang, gugup, apalagi kejadian kemarin benar-benar membuatku terperanjat. Ternyata Eric telah kembali kepada Yuri. Ah, mereka baru akan bertunangan bukan? Berarti masih ada sedikit kesempatan untukku. Kulirik ponselku yang mulai berkedip-kedip “Hallo…”

“Jun, aku benar-benar minta maaf. Eric mendadak menelponku. Ia sakit, aku harus menjenguknya karena ia sendirian di apartemen”

Kututup ponsel dengan lemah. Dengan sekejap mood-ku langsung berubah. Eric ! mengapa lagi-lagi harus dia?. Dua tahun lalu, kemarin dan sekarang. Mengapa lagi-lagi harus karena Eric?
Bahuku lemas dan mataku mulai terasa panas

Even it’s so painful, i can’t feel it
Even I’m waiting for you and you wouldn’t come
Even I think of you with shaking so badly. I can’t feel it**

Sudah berapa menit aku terdiam disini?. Kuhembuskan nafas kuat-kuat untuk menghilangkan rasa sesak di dada. “selalu saja seperti ini…” desisku miris. Kulayangkan mataku ke luar jendela, namun yang ada hanyalah rasa sesak yang semakin menjadi-jadi. Beberapa menit yang lalu ia membatalkan janji. Mengapa dengan cepat ia berjalan dengan pria itu? Tawa mereka semakin mengiris hatiku, harusnya kau ada dihadapanku saat ini nona Ahn Yuri!
entah dorongan apa yang membuat tanganku meraih ponsel dan memencet nomor seseorang.

Since the day I put your heart in my mind
I can’t put my heart else where
Even if it hurts and breaks my heart apart
I won’t close my heart**

“Oppa… kau baik-baik saja?” Tanya seorang wanita yang menghampiriku, dari nada bicaranya bisa kudengar ia sangat khawatir. “Eunnie…” ucapku lemah. Ia langsung memelukku dan menepuk-nepuk bahuku pelan. “sabar ya oppa…” bisiknya hangat

Can’t I love you? Can you come to me?
Just for once, can you hug me in your arms?
You’re the only one I love
Can’t you accept my heart?**

[Kimjun POV end]

ooOoo

“Eric, kalau memang ingin hang out terus terang saja. Tak perlu berbohong seperti ini bukan?” protesku cemberut. Aku sedang sebal sekarang, katanya sakit & tidak bisa apa-apa di apartemen? Kenyataanya hanyalah trik supaya aku bisa menemuinya saat itu juga. Dasar!

“kenapa? Kau tidak suka?”
“Aku sedang ada janji meeting dengan fotograferku. Ini masalah profesionalitas, kau tahu? Tadi kita lewat restoran tempat kami akan bertemu. Bagaimana jika dia masih disana dan melihat kita?”
“Yuri-ah, kau marah padaku ya?” tanyanya penuh nada penyesalan. Aku hanya bisa memegang kepalaku yang terasa pusing tanpa menjawab pertanyaannya. Jujur, masalah profesionalitas kerja adalah masalah sensitive bagiku. Rasanya tidak etis jika membatalkan janji meeting demi urusan remeh temeh seperti ini. Apalagi jika sekarang kau mengetahui orang yang membuatmu membatalkan janji itu membuat alasan yang dibuat-buat supaya dirimu menemuinya?

“sebenarnya aku cemburu” ucapannya membuatku mendongakkan kepalaku. “alasan yang kekanak-kanakan…!” balasku cepat lalu pergi meninggalkannya. Aku emosi!
“aku tahu masa lalu kalian seperti apa, 2 tahun lalu tepat sehari setelah keberangkatanmu ke Tokyo. Ia menemuiku, ia marah padaku mengapa melakukan semua ini padamu. Aku bisa melihat matanya mengatakan jangan kau sakiti wanita yang kucintai. Kau tahu? Sejak itu aku mulai merasa sakit hati, bukan karena pria bernama Kimjun itu memukulku. Aku sakit karena telah melepasmu pergi”

Aku terkejut & langkahku terhenti. Bagaimana bisa aku baru mengetahui semua ini? Kimjun menemui Eric 2 tahun lalu?. Disaat pikiranku masih seperti benang kusut, kurasakan punggungku begitu hangat. Selalu saja seperti ini, memeluk dari belakang.

“Yuri-ah, jangan pernah ragukan perasaanku. Biarlah hanya diriku yang ada di hatimu. Bisakah itu semua terjadi? ”
Ia membalikkan badanku hingga kami berhadap-hadapan sekarang. “Yuri-ah, tatap mataku sekarang. Apa kau melihat keraguan disana?” tanyanya serius, ia menatapku tajam
“Eric, jangan seperti itu lagi” ujarku kembali tertuduk
“kenapa?” tanyanya heran
“jika kau masih ingin melihatku berwujud, jangan pandang aku seperti itu lagi. Karena….” Kata-kataku terputus, aku berfikir harus dilanjutkan seperti apa?
“karena apa? Jawab aku karena apa?”
“errr…karena, karena…aku…bisa meleleh” jawabku seraya menggaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal, aku salah tingkah!
Ia tersenyum…

ooOoo

[Kimjun POV]

1 minggu kemudian…

mataku terpaku pada selembar kartu yang tergeletak di meja. Kartu undangan berwarna merah maroon beraksen tali berwarna gold itu terlihat simpel namun begitu cantik dipandang. Dadaku yang sejak tadi bergemuruh sepertinya tidak menunjukkan tanda-tanda untuk mereda.

Aku sadar ini bukan undangan pernikahan, ini hanya undangan pertunangan namun sudah sukses mengoyak hatiku.
“Jun, datanglah…” ucapnya sembari tersenyum. Senyum yang begitu tulus. Kupaksa bibirku untuk tersenyum, namun yang muncul hanyalah senyum yang terasa hambar. Aku menghela nafas.

“Jun…” gumamnya tercekat ketika tanganku tiba-tiba menggenggam tangannya. Aku sendiri heran, dari mana kudapat kekuatan ini? Kekuatan untuk menggenggam tangan wanita yang akan bertunangan dengan orang lain?
“Jun, apa yang kau lakukan?”
“Yuri, bisakah kau batalkan semua ini?”
alis matanya yang bertautan itu perlahan mulai mengendur, sepertinya ia mulai mengetahui arah pembicaraanku. Semakin kueratkan pelukanku.
“Yuri, tidakkah kau rasakan debar jantungku ini?” ia hanya terdiam, “bisakah aku mulai berani mencintaimu? Tanpa diam-diam mengagumimu lagi? Tanpa diam-diam mencuri pandang untuk melihatmu lagi? Tanpa berharap diam-diam untuk sejenak bersamamu?” lanjutku seraya melepaskan pelukanku. Ia masih terdiam beberapa saat, sikapnya ini membuatku gemas. Tidak tahukan ia? Hatiku kini sedang tidak karuan?
“Jun, biarkan aku setia dengan Eric” jawabnya dengan suara bergetar. Dadaku sesak
“semuanya sudah berlalu Jun” lanjutnya dengan kepala tertunduk
“Yuri, tidak bisakah aku mencintaimu? Meskipun aku hanya dibelakangmu. Berjarak, aku hanya melihatmu dari kejauhan. Meskipun aku hanya dapat melindungi bayanganmu. Meski seperti ini, tidak masalah. Meski hanya aku yang mencintaimu, itupun tidak apa-apa ”

Ia menggeleng pelan “jangan kau siksa dirimu sendiri Jun. bukalah matamu, bukalah hatimu, dan bukalah mimpimu untuk wanita lain. Kumohon jangan aku, aku sedang berusaha untuk setia”
“maafkan aku Jun” dan iapun pergi. Tubuhku lemas, aku hanya mampu melihat punggungnya dari kejauhan yang semakin mengecil

Can’t i love you? Even if i’m just behind your back
Distantly i just can look at you from afar
Even if I just can protect your shadow
Even like this….It’s alright
Even only I love you…..It’s okay…..**

“Jun, oppa… kau baik-baik saja? Wajahmu pucat”
“Jung Eun Ah…” mengapa wanita ini selalu datang disaat seperti ini? Mengapa dia selalu ada ketika aku terpuruk? Seperti anggota tim SAR yang menyelamatkan korbannya?. Ia memelukku erat, dan hangat sekali…

[THE END]

**) Saranghamyeon Andoeni (Can’t I Love You?) ~ Kim Nam Gil

 
12 Komentar

Ditulis oleh pada April 13, 2011 in Fan Fiction, Korea

 

Tag: , , , , ,

12 responses to “[Fan Fiction] Old Feeling

  1. amy kanzaki

    April 13, 2011 at 4:09 pm

    itu yang jadi profesor tanaka, tanaka koki ya?

    Yaah admin. . . Itu kenapa cast jepangnya cuma tempelan?

    Ini sequel kan ya? Karena blm baca sebelumnya jd rada rada bingung gt min, heheheh. Tp dr gaya bahasany bagus.

    Request dong, kapan2 bikin fan fiction jepang ya neechan? Aku tunggu lho. . .

     
  2. Jenniie

    April 14, 2011 at 12:39 am

    nice ff ^^
    disini Kim Jun kasian banget ya?

     
  3. ratnabewe

    April 14, 2011 at 8:35 am

    unnie-yaaaaaaaa……. ini Yuri vers. nya dari yang di tmaxfanfic kan -33-
    gomawo unnieya~~~~~
    lebih bagus lagi kalo aku dipairingin ama si Maruchan..
    kita liburan di Jepang terus ketemu ma Junno, trus aku married bareng Maru.. xD
    pasti bagus banget.. *apa deh*
    lanjutin lagi ya… :* :* :*

     
  4. Choi•Hanny

    April 15, 2011 at 3:54 pm

    O.O
    Nie lanjutanny yg dlu kan
    *ingaaaat ingaaaaat triiiing*

    Baca mpe p’tengahan
    Msa ak pikir yuri bakal ama jun .___.
    Tp t’nyata oh t’nyata
    Ahn Yuri memilih u/ setia

    Kim Jun udh gaet Choi Ha Ni aja sono
    .______.
    Lanjut dunkz sof, dbkin apa kek gtu, kasian ngenes kale nasib si jun .___.

     
  5. YoJunDa

    April 19, 2011 at 11:11 am

    Ini sequel 2nd chance sekaligus before story nya I want a lover yg di publish di tmaxfanfic… Yg mau baca »» http://tmaxfanfic.wordpress.com/2011/04/05/i-want-a-lover-by-yojunda/
    Sofie eonni keknya lagi amat sangat sibuk… Jd ga sempet publish… ^^)v

    By the way, thx to Sofie eonni yg punya ide dibikin jd kek gini… :*

     
  6. mycolorisland

    April 19, 2011 at 3:32 pm

    @amy kanzaki iya yg jd Tanaka Koki. Yup dtunggu aja fanfic jepangnya

    @ratna maunya di pair sm Maru-san u.u gnti sm Ueda yak? Hehehehe

    @choi hanny ente kan udah ada Donghae, udaah setia aja me dia. Okreeee😀

    @yojunda hehehe mian lid blm aku post, soalny lg bnyk kerjaan. Ntr aku post, makasih jg linknya😀

     
    • ratnabewe

      Mei 9, 2011 at 12:05 pm

      kagak mau.. banyak yang bilang Ueda cantik~~~~
      aku cintanya ama Maru…
      maru unn, maruuuuuu🙂

       
      • mycolorisland

        Mei 11, 2011 at 8:23 am

        sabar ya neng… kalo waktunya udah longgar pasti aku bikin ~kekeke

         
  7. Milkyta Lee

    April 14, 2012 at 1:32 pm

    Junnnaaaaaahh malangnya nasibmu..sini sini sm aku aja..

    as usual selalu bikin aku kagum!!!NICE FF!! ^^

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: