RSS

[Fan Fiction] Please give one more chance

28 Apr

Author: mycolorisland
Genre: Romance
Rate: All Ages
OST:

Yakhan Namja (Weak Man) by Shinhwa [download mp3]
Chance by Shinhwa [download mp3]
Cast:
Eric Mun (Shinhwa), Kimjun (T-Max), Kim Dongwan (Shinhwa), Lee Min Woo (Shinhwa), Andy Lee (Shinhwa), Tony Ahn (H.O.T )

Before story from : 2nd Chance [wanna read? klick here] & Old Feeling [wanna read? klick here]

Hay hay hay mycolorisland hadir lagi dengan fan fiction terbaru nih. Masih ada hubungannya dengan fanfic terdahulu, boleh dibilang before story lah ya?. Ada yang masih ingat dengan fanfic ”2nd Chance”? Nah kalo di fanfic sebelumnya kan dilihat dari sudut pandang Ahn Yuri (female cast) bagaimana dengan Eric? Bagaimana ceritanya kenapa baru 2 tahun, ia baru “berani” menyusul Ahn Yuri ke Tokyo?
Penasaran? Mari kita simak kisahnya^^ jangan lupa komen ya? Saran kritik dari pembaca semua sangat membantu & jangan lupa pula baca kisah kelanjutan “2nd Chance” yang berjudul “Old Feeling”, tinggal klick link diatas. Gomawo~

ooOoo

I can’t live a day without you
24/7 always think about you
I think I will go crazy
You meant everything to me **)

Kuseka sudut bibirku yang berdarah dengan punggung tangan kananku. Terasa perih memang, namun mengapa justru hatiku yang lebih merasakan perih?. Pria yang memukulku tadi sudah pergi dan bisa kulihat punggungnya mulai mengecil ditelan garis horizon. Masih teringat jelas pula sorot matanya tadi begitu tajam menatapku, aura kemarahan yang tidak terbendung. Cengkeraman tangannya begitu kuat menarik kerah kemejaku.

“Mengapa kau kecewakan dia hah? Mengapa???!!!” teriaknya tepat di depan mukaku.
“Kau pura-pura tidak tahu atau memang benar-benar bodoh? Dia benar-benar mencintaimu!!!” teriaknya sekali lagi disertai sebuah pukulan yang sukses mendarat di ujung bibirku. Basah & berdarah.

Kimjun, entahlah aku tidak memiliki kata-kata apapun tentangnya. Yang jelas bisa kulihat sebenarnya sorot matanya mengatakan “jangan sakiti wanita yang kucintai”. Dan aku paham yang ia maksud siapa lagi jika bukan Ahn Yuri, mantan tunanganku. Kami nyaris menikah seminggu yang lalu. Alasannya cukup simpel, aku masih ragu dengan perasaanku. Bukankah akan sangat menyakitkan mengikat sebuah janji pernikahan dengan pria dingin sepertiku?. Bahkan ketika Tony hyung memberitahuku jika Yuri berangkat ke Tokyo kemarin, sama sekali tak kuhiraukan untuk sebentar saja bertemu dengannya. Biarkan Yuri pergi dan melupakan pria bodoh ini sepenuhnya. Maafkan aku…

It’s so hard for me to move on
But it’s so hard, I pray to God
I want to believe that you’ll comeback to me
Please I want to believe it **)

Sesampainya di apartemen langsung kujatuhkan tubuhku di sofa. Biar saja luka di bibirku kering dengan sendirinya, aku tak peduli meski sakitnya masih terasa. Mendadak sebuah memori berkelebat cepat di depan mataku.

“Aw, sakit!”
“ini ceritanya bagaimana? Bisa-bisanya bermain kendo jadi seperti ini?” ujarnya seraya mengoleskan salep khusus ke pipi kananku.
“sudah, aku bisa sendiri. Sini biar aku sendiri yang oleskan salepnya”
“sabar sedikit, kalau dibiarkan luka-mu ini tidak akan cepat sembuh” ujarnya sekali lagi. Mendadak pipiku terasa sejuk, ia meniup lukaku supaya tidak terasa panas setelah diolesi salep. Hey! Mengapa degup jantungku jadi aneh?

Mengapa aku mengingat kejadian itu? Oh, tidak! perasaanku mulai aneh sekarang. Aku butuh air, setidaknya untuk sedikit mendinginkan pikiranku yang sudah melantur kemana-mana. Namun, sejenak aku tertegun ketika melihat tumpukan notes yang tertempel di pintu kulkas. Jujur aku baru menyadarinya hari ini. Satu per satu kubaca notes warna-warni itu.

Eric, hari ini kamu ada meeting dengan klien bukan? Semoga sukses^^

Kusunggingkan senyum tipis, Ahn Yuri. Sejak kapan ia melakukan ini? Kubaca lembar notes selanjutnya

Eric, hwaiting!!! Semoga hari ini menjadi hari keberuntunganmu😀

Senyumku semakin lebar

Kalau lapar, sudah kubuatkan kimchi dan makanan lain. Tinggal dihangatkan saja kalau mau dimakan^^

Alisku berkerut, langsung saja kubuka pintu kulkas. Benar saja, tumpukan kotak makanan siap saji teronggok disana. “Yuri…” desisku miris, entah mengapa mendadak aku merasakan sesuatu yang aneh menyeruak di rongga dadaku. Sesak…

Girl I can’t imagine being without you
Girl listen… *)

Because I am a weak man
Tears continously fall, it’s like I’m broken
You know that I’m like this without you **)

ooOoo

[1 month later…]

Sudah satu bulan sejak Yuri pergi ke Tokyo. Mengapa baru sekarang rasa sesal mulai kurasakan?. Terkadang pertanyaan-pertanyaan aneh terus bergulat di pikiranku. Mengapa aku waktu itu tidak mencegahnya pergi? Mengapa sikap egoisku begitu kuat untuk membohongi perasaanku sendiri?
“hahaha… dasar bodoh! Dan…tidak peka!” cibirku pada diri sendiri.

After a month passed by
My heart was pained, not receiving a call from you
Today I’m crying once more **)

Kubuka flap ponsel, kutekan tombol nomor satu. Panggilan singkat yang terhubung dengan nomor Yuri. Tepatnya sudah sebulan lalu nomor ponselnya menghuni daftar panggilan cepatku. Belum juga terhubung dengan nomornya, sudah kututup flap ponsel. kubuka lalu kututup lagi, begitu pula seterusnya hingga beberapa kali. Kuhela nafas dalam-dalam. Perasaan macam apa ini? Mengapa ingin sekali rasanya memutar waktu? Paling tidak aku masih berkesempatan untuk mengejarmu ke bandara waktu itu. Namun apa daya itu sangat mustahil, tidak ada seorangpun di dunia ini yang mampu memutar balik waktu yang terlah kita lalui. Sekali lagi, penyesalan selalu datang di akhir…

How could I forget you?
How could I erased someone I loved?
When our photos reflect wonder memories
I want to lives as your man
Why did you leave me?
Did you really believe that I would be alright **)

ooOoo

[2 month later…]

Like a habit I think of the way he looks at you
I think about it several times a day
The more I think, the more it’s hurts
I don’t think I will be able to forget you
How can I continue to live this way?
I’ll love you until I die**)

“Hey! Melamun saja!” sebuah tepukan di punggungku membuatku tersadar.
“Dong Wan, mengagetkan saja. Kau baru datang?” tanyaku spontan ketika melihat sahabatku yang tiba-tiba duduk di hadapanku. Kami memang sengaja bertemu di café, mengingat sudah sekitar 3 tahun tidak bertemu. Kim Dong Wan, ia adalah seorang fotografer professional dan baru saja kembali dari Paris. Namanya di Paris sebagai fotografer handal sudah sangat dikenal, namun ia lebih memilih kembali ke Korea untuk mengembangkan karir disini. Adiknya, Kimjun juga seorang fotografer terkenal di Seoul & sering kebanjiran job menangani photoshoot para artis terkenal.

“bagaimana kabarmu? Pulang dari Paris kenapa tidak langsung memberi kabar?”
Ia tertawa pelan “aku sedang sibuk mengurus renovasi studio bersama Andy”
“ohya? Berarti benar kata Andy? Kamu ingin menetap di Seoul? Ah~ jangan-jangan ada yang membuatmu betah disini ya?” ujarku sambil mengedipkan mata, menggodanya dengan pertanyaan ini membuat suasana lebih cair. Ia hanya tersenyum malu-malu
“hahaha~ betul kan dugaanku?dia siapa? Ayo ceritakan” desakku
“ah, aku malu. Ehm… kurasa dia reporter sebuah majalah fashion & lifestyle kalau tidak salah d’style. Ah iya d’style, namanya Nisa Kim…”
“hhmmmpphhh…. Oh~ Nisa Kim?”
“kau mengenalnya???” Tanya Dong Wan penasaran
“Lho? Jangan-jangan kau sendiri belum mengenalnya?” kulihat Dong Wan hanya cengengesan sambil garuk-haruk kepala
“aku bertemu dia pertama kali di taman, 2 hari setelah aku kembali ke Seoul. Aku tahu namanya Nisa Kim juga karena id card-nya terjatuh, jadi aku yang mengembalikannya. Eh tunggu! Bukannya d’style itu majalah terbitan perusahaanmu? Kau CEO nya kan? Ayolah bantu aku….”
“hahahaha…. Oke oke itu bisa diatur” jawabku puas karena sukses mengorek hal berharga dari sahabatku ini.

“oiya Eric, Kudengar dari Andy kamu sudah menikah? Mana istrimu, tidak kau ajak?” tanyanya tiba-tiba, aku hanya tersenyum tipis. Topik yang melenceng jauh dari yang kami bicarakan tadi
“pernikahannya batal” jawabku singkat
“apa??? Yang benar saja? Kenapa bisa seperti itu? Dia ketahuan selingkuh?”
Aku menggeleng “aku sendiri yang membatalkannnya”

Kulihat Dongwan masih memajang tampang penasarannya. Bisa kusimpulkan ia menunggu cerita detailnya. Kuhembuskan nafas pelan, mencoba menggali memori yang jujur sebenarnya tidak ingin kuingat. Setelah bercerita panjang lebar, kami terdiam sejenak. Kuceritakan juga insiden bulan lalu tentang Kimjun yang memukulku karena kecewa padaku. Tentu saja ini membuat alisnya naik-turun. Bagaimana tidak? Ia mendengar adik kandungnya, Kimjun ternyata juga mencintai Ahn Yuri. Kutunggu komentarnya, aku yakin pasti Dong Wan akan mengecapku sebagai orang bodoh seperti yang dikatakan Kimjun.

“kau tidak berniat menyusulnya ke Tokyo?” aku menggeleng lemah
“jika karena alasannya tidak tahu alamatnya. Tanya saja kepada Tony Ahn-ssi, ia pasti tahu”
“ah, kenapa tidak terpikirkan tentang hal ini ya?” kuhentikan pembicaraanku, “lalu bagaimana dengan Ahn Yuri? Apakah masih ada harapan untukku?”

Dong Wan dengan gaya Aristotelesnya mulai mengeluarkan jurus sakti : kata-kata bijaksananya “Eric, dengarkan aku. tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Dari cerita yang kudengar darimu. Menurutku Ahn Yuri bukanlah tipikal gadis yang mudah melupakan sesuatu. Ingat, ketika kalian dijodohkan, kalian sama-sama tidak saling mengenal apalagi mencintai bukan? Tapi Ahn Yuri berusaha untuk mencintaimu padahal ada orang lain yang mencintainya sepenuh hati, Kimjun. Yah~ adikku” ia berhenti sejenak, menyesap coffee latte-nya lalu melanjutkan pembicaraannya.
“sebelum ia berangkat ke Tokyo, Tony Ahn-ssi memberitahumu masalah ini. Paling tidak ini sebenarnya sebuah sinyal bahwa ia masih mengharapkanmu, ya~ meski harapan disaat terakhir…”
“lalu???” tanyaku penasaran
“solusi satu-satunya adalah pergilah ke Tokyo, cari dia. Aku yakin semua akan baik-baik saja asalkan dirimu tidak mengulur waktu lebih lama. Kau tahu? Pria Jepang itu sangat keren! Jangan sampai kau menyesal nantinya”
Ucapan Kim Dongwan membuatku tertegun…

ooOoo

How could I forget you?
How could I erased someone I loved?
When our photos reflect wonder memories
I want to lives as your man
Why did you leave me?
Did you really believe that I would be alright **)

bahuku mendadak lemas. “maafkan aku Eric, aku tidak bisa memberikan alamat adikku di Tokyo. Biarkan ia hidup tenang disana. Setidaknya setelah studi S2 nya selesai, tolong jangan ganggu dia dulu” ujar Tony hyung tegas.
“hyung, apa kau tidak melihat kesungguhanku? Aku sungguh ingin minta maaf pada Yuri secara langsung”
“sekali lagi, maafkan aku Eric…”

Tidakkah ada harapan untukku?

Kutinggalkan gedung kantor SKOOLOOKS milik Tony hyung dengan pikiran yang lebih mirip benang kusut yang susah diurai. Beginikah rasanya memperjuangkan cinta? Tak pernah terpikir olehku, Ahn Yuri yang terus berusaha menarik simpatiku namun selalu kutanggapi dengan sikap cuek-ku. Seperti inikah rasanya diabaikan? Seperti inikah perasaan yang dialami Yuri waku itu?

Please come back to your place, I told you once and I’ll say it again
I imagine you in pain right now, trying to be happy
But it hurts you even more, because our memories together
Are shown by pictures, and they make you cry, so let me wipe them away for you *)

Aku ingin meminta maaf kepadanya, aku ingin mendengar kembali suaranya, aku ingin mendengarnya berceloteh tentang isu politik & ekonomi yang sangat disukainya, aku ingin melihatnya kembali, aku ingin memeluknya…

Can’t I touch you? No
Then can I meet you? No
I just want hear your voice
Answer my phone call
I picked up the phone
I want to see you, hold you
Please comeback
I hung up without saying a word**)

ooOoo

[1 years later…]

You don’t need to love me
You don’t need to comeback
But just remember that I loved you**)

Aku tidak boleh menyerah, bulan lalu aku pergi ke Tokyo mencari Ahn Yuri. Sudah dapat diprediksi, tanpa berbekal alamat pasti tak sedikitpun hasil yang kudapat. Ia kuliah di universitas mana saja aku tidak tahu, apalagi berhasil menemukan alamatnya. Berkali-kali kutemui Tony hyung & berusaha membujuknya untuk memberikan alamat Yuri. Namun, tetap saja hasilnya nihil.

aku merasa maklum, sebagai seorang kakak ia akan protektif terhadap adiknya. Termasuk mencegah supaya adiknya tidak dikecewakan oleh cinta untuk kedua kalinya. Namun, tidakkah Tony hyung melihat perubahan dan kesungguhanku kali ini?

ooOoo

[2 years later…]

berbekal secarik kertas berisi alamat Yuri di Tokyo yang sudah kucel karena terlalu erat kugenggam. Aku kembali ke apartemen saat itu juga. Ah, Tohy hyung… terima kasih. Setelah sekian lama akhirnya kudapatkan alamat Yuri juga. Aku harus terbang ke Tokyo hari ini. Kurogoh ponsel di saku celana lalu memencet sebuah nomor
“Hallo. Min Woo, bisa kau pesankan tiket pesawat ke Tokyo untuk hari ini juga?” ujarku cepat ketika panggilanku mulai terjawab.
“kau mau ke Tokyo? Hari ini juga? Kau lupa, nanti sore kita ada meeting” jawab seseorang di seberang sana setengah berteriak, mungkin karena ia kaget. Kupindahkan ponsel ke telinga kanan lalu kujepit dengan pundak sehingga kedua tanganku bisa mempersiapkan perlengkapan-perlengkapan yang harus kubawa ke Tokyo.
“sudah batalkan saja meeting-nya, aku tidak peduli. Pokoknya carikan aku tiket pesawat ke Tokyo hari ini, aku ada urusan sangat penting. oke?” kututup flap ponsel dengan cepat.

Uhm… sepertinya ada yang kurang?

Pakaian? Sudah.
Dompet & ponsel? Sudah.
Paspor? Sudah.
Lalu apa yang masih kurang?

Kubuka laci meja, sebuah cincin platina yang masih mengkilat sedang duduk manis disana.

I love you, I only love you
My lips know those words
My heart aches because it can’t say those words**)

Kuseret koper dan melangkah besar-besar, mungkin orang seisi bandara akan melihat aku seperti orang kesetanan. Hahahah biar sajalah. Untung Min Woo berhasil memesankan tiket pesawat 2 jam yang lalu. Aku segera terbang ke Tokyo, Olalala betapa senangnya hatiku…
Ya, meskipun aku sendiri tidak tahu bagaimana nasibku nanti ketika di Tokyo. Apakah ia akan memaafkanku & menerimaku kembali? Bersedia memulai semuanya dari awal? Mengingat sudah terpaut 2 tahun, ini bukan waktu yang sebentar. Bisa saja, waktu selama ini perasaannya padaku sudah luntur atau bahkan tak berbekas sama sekali
Tapi tunggu, bukankah tidak ada kata terlambat untuk memulai suatu kebaikan? Ya, aku harus berusaha. Aku tidak ingin menyesal untuk kedua kalinya

Kulirik cincin pertunangan yang kupakai, aku tersenyum
Ahn Yuri, tunggulah aku…
Beri aku kesempatan sekali lagi…

I’ve come so far
Now will I be able to forget you?
Even if I’m only for you?
Will I have to erase the promise
My heart made for you… **)

[11.09 pm. Wednesday, 27th April 2011]
Bagaimana? Oiya kalo penasaran kelanjutannya fanfic ini, baca aja “2nd Chance” dan “Old Feeling” ya? Link-nya ada di identitas fanfic di atas. Trus yang penasaran sama kisah cinta “kakak”nya Kimjun, Kim Dongwan dengan *jreng jreng* ehm..ehm… Nisa Kim, tungguin upcoming fanfic-nya mycolorisland “Romance in Autumn” ya? Lagi on doing nih…
Oke ditunggu komennya. Terima kasih sudah mengunjungi mycolorisland, jangan kapok main kesini ya^^

*) Translation lyrics Chance by Shinhwa [credit: yoonie@aheeyah.com]
**) Translation lyrics Yakhan Namja (Weak Man) by Shinhwa [yoonie@aheeyah.com]

 
11 Komentar

Ditulis oleh pada April 28, 2011 in Fan Fiction, Korea

 

Tag: , ,

11 responses to “[Fan Fiction] Please give one more chance

  1. YoJunDa

    April 28, 2011 at 9:11 am

    -___-” errrrhhhh… Bikin kaget.. Aku kira kakaknya Kim Jun beneran.. Ternyata -___-”
    Bagus ihhh.. Dibikin film seru nih kayaknya.. ._.
    Tinggal after story nya yang kurang yah.. After story nya Kim Jun n Jung EunAh.. *tugas saya ini buat ngerjain*
    Berasa beneran deh ini.. Ga cuma sekedar FF.. .__.

     
  2. mycolorisland

    April 28, 2011 at 11:39 pm

    @YoJunDa hayuuuk kita bikin pelemnya😀

    Hahaha. . . Cuma di ff ku Kim Dongwan itu kakaknya kimjun. Udah buruan bikin afstor nya, kkkkk

     
  3. ezkjpr

    April 29, 2011 at 2:43 am

    Kak sofie aku munculin dong -_- jadi apakek gitu, staf bawahannya eric juga gapapa deh atau org nyasar gitu, pelayan cafe juga boleh ._. *ngenes* /plak
    Hehe abaikan yg tadi-_-“v bikin after storynya kaaak, pengen liat jadinya gimana itu si nisa kim._.

     
  4. Shoojin

    April 29, 2011 at 5:18 am

    Bgus onn..!
    tp i blm bca pertmanya.
    tar i bc ah..

    thanks bwt linkx onn~ #bighug

     
  5. shanae

    April 29, 2011 at 12:40 pm

    Saran,itu kan ad translation lyrics,sy bingung yg mana lagu chance yg mana weak man -_-” *ketauan nga prnh denger lagunya* dkasih “cr” bs kah sofie *bingung mw bilang bgmn*.
    Nasib Kim Jun bgmn ? sm spa dy stlh dtolak Yuri ._.

     
    • mycolorisland

      Mei 1, 2011 at 7:25 am

      kan udah tak kasih tanda *) dan **), ituh di keterangan bawah kan ada ^^. oke bisa ditampung, itu ntar nyambung ke ff nya lidya yang di http://TMaxFanFic.wordpress.com ya~ boleh dibilang before story-nya lah…

       
  6. ratnabewe

    Mei 9, 2011 at 12:10 pm

    Mian unn, baru sempet komen…~~~~~
    d(^o^)b bagussss unnnn🙂
    jadi serach lagunya shinhwa.. *keknya bakal banyak banget kenalan ma lagunya shinhwa nie.. hehehehe

    masih nungguin Maru-Ran Byul ya unn😀

     
    • mycolorisland

      Mei 11, 2011 at 8:23 am

      hahahaha ayo mau diracuni Shinhwa dari mana nih?

       
      • ratnabewe

        Mei 14, 2011 at 10:37 am

        jangan jangan jangan dulu yaa unnn~~~~~
        nanti saya susah kenalnya soalnya lagi byk tugas :3

         
  7. puputshp

    Januari 11, 2013 at 1:33 pm

    nempelin jejak.. eric samchoon.. hwaiting!!

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: