RSS

“Zenith” drama spesial MBC untuk memperingati hari kemerdekaan Korea

08 Agu

Mengisahkan kehidupan dan cinta seorang penyair
yang memilih puisi sebagai senjatanya,
MBC Spesial Hari Kemerdekaan

“Whipped by the whip of the bitter season/ Finally washed to the North// A plateau ending where the heavens renounced it/ Standing at the top of its icy blade// Where must I kneel my knees/ Nowhere can I step, even on my toes// Thus I close my eyes and think/ Winter must be a rainbow of iron”
(* Dicambuk oleh cambuk musim yang pahit/Akhirnya tersapu ke Utara// Di akhir sebuah dataran tinggi yang ditinggalkan surga/ Berdiri di puncak pisau esnya// Dimanakah aku harus berlutut/ Aku tak bisa melangkah dimanapun, bahkan dengan ujung kakiku// Karena itu aku memejamkan mataku dan berpikir/Musim dingin pastilah merupakan pelangi besi.

Ini adalah “Zenith”, puisi paling terkenal yang ditulis oleh “penyair pejuang” Lee Yuksa (nama sebenarnya Lee Wonrok). Kehidupan dari penyair ini merupakan personifikasi dari perlawanan itu sendiri. Dia dipenjara di penjara Jepang lebih dari 17 kali, hingga ia meninggal di penjara Konsulat Jepang di Beijing pada 16 Januari 1944. Senjata terakhir yang ia pilih adalah puisi. Ia meninggalkan 40 puisi di kehidupan singkatnya selama 39 tahun dan 8 bulan selama era kolonisasi Jepang.

MBC akan menyiarkan 2 episode drama spesial “Zenith” (judul sementara, 140 menit) pada 10.50 PM pada Hari Kemerdekaan (15 Agustus). Drama ini menceritakan kisah hidup Lee Yuksa dan cinta didalamnya. Pusat drama ini adalah Lee Yuksa, yang melewatkan kehidupannya melawan aturan Jepang dengan menulis puisi semacam ‘Zenith,’ ‘Open Field,’ and ‘Green Grape,’ Drama ini juga akan mengisahkan tentang Yoon Sejoo, yang percaya bahwa satu-satunya jalan untuk melawan Jepang adalah dengan senapan, bukan puisi. Penulis pro-Jepang Choi Junghee (diperankan oleh Noh Yoonhee di drama ini), yang menjadi lawan dari Lee Yuksa di era yang sama ketika ia membacakan pidato pro-Jepang berjudul “The Mother in a Military Country” dan penyair pro-Jepang Seo Jungju (diperankan oleh Seo Jinsub di drama), yang meninggalkan kalimat terkenal “Aku tidak tahu Jepang akan jatuh demikian cepat” pasca Kemerdekaan.

Aktor Kim Dongwan akan memerankan Lee Yuksa, yang namanya diambil dari nomor penjaranya 264. Aktor Lee Seung Hyo, yang merupakan desainer rambut di serial 2TV “Hair Show”, akan memerankan Yoon Sejoo. Yoon Sejoo dalam drama ini membantu Lee Yuksa membentuk katan dengan gerakan pembebasan Manchuria, dan membantunya mengatur pasukan kemerdakaan. Aktor Seo Hyunjin akan memainkan peranan sebagai istri Lee Yuksa “Ahn Ilyoung”, seorang wanita yang berada disisi Lee Yuksa selama ia dipenjara. “Zenith” juga akan dibintangi oleh aktor Oh Hyunkyung, Ko Dushim, dan Park Sungwoong.

MBC PD Lee Sangyeop, sutradara “Zenith”, menyatakan bahwa “Kami menggunakan karakter asli Lee Yuksa dan Yoon Sejoo sebagai karakter di drama ini, tapi kami hanya mengambil model Choi Junghee, seorang wanita modern dan Seo Jungjoo, seorang penulis pro-Jepang di era kolonisasi Jepang. Agar sesuai dengan kehidupan asli Lee Yuksa, kami akan menampilkan banyak puisinya seperti ‘Zenith,’ ‘Twilight,’ ‘Spotted Cat,’ and ‘For the Boy.’”

Source: Hankyoreh
English trans Credits: orisic @ shinhwa.biz
Indonesia translate by ichashinhwa @ SHCJ Indonesia
re-upload by mycolorisland

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 8, 2011 in Korea, Korean Drama

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: