RSS

[Fan Fact] Shin Minchul in Jakarta ~ cerita seorang Black Pearl

26 Jan

author: Sharon Kim [ facebook Sharon Angela ]

main casts: Sharon, Minchul Shin, Jonghyun, Sangmin, Mightymax Indonesia & Black Pearls Squad

genre: true story, friendship, romance


it’s not a fan fiction, it’s a fan fact…

Sharon’s POV

10 – 1 – 2012

Seberkas cahaya terang menembus tirai putih di kamarku. Waktu menunjukkan pukul setengah 7. Ini hari Selasa, tapi aku tidak akan menyiapkan seragam, lalu pergi ke sekolah. Aku akan ke tempat lain. Bertemu Captain, ya… aku akan menjemput Captain Minchul.

Aku keluar dari kamar dan menemukan mommy sedang membersihkan meja makan.

” Kamu jadinya nginep , shere ? ” tanya mommy.

” Iya, di rumah ka Bunga, mi… ”

Lalu mommy segera berangkat ke pasar untuk belanja. Aku mengambil ponselku lalu duduk di sofa, sambil menonton tv. Walaupun tv menyala, tapi aku tetap terpaku pada ponselku.

Tentu saja aku segera membuka page facebook milik orang yang menginspirasiku, Shin Minchul. Dia tidak bisa tidur ? Hahaha… konyol, mungkin karena ia akan bertemu denganku hari ini.

Aku terus saja berkutat dengan ponselku, ketika sebuah tweet menyembul di timeline ku, ” @tmaxminchul I’m coming yfrog.com/kfqmiyjj ” dengan senangnya, kubuka link tersebut.

Minchul, dengan Garuda Indonesia di belakangnya. Aku melihat keadaanku sekarang, masih dengan baju tidur dan sedang duduk malas di atas sofa. Aku langsung sadar dan berdiri. Bahkan aku belum packing sama sekali.

===

Cukup lama aku duduk di atas motor, sampai akhirnya aku menemukan rumah ka Bunga di daerah Tanjung Priok. Disana bersemayamlah(?) 4 orang wanita dewasa yang sedang sibuk sendiri dengan alat make up masing-masing.

Sedikit bingung memang, tapi menurutku mereka terlihat cantik. Keadaan sedikit canggung bagiku, mungkin karena baru pertama kalinya aku bertemu mereka. Tapi sepertinya mereka juga cukup bingung melihatku. Hanya kaus Mightymax Indonesia dan sebuah celana selutut yang kukenakan.

” Sharon, gak ganti celananya ? ”

” Ga usah, kak. ”

” Kamu mau dandan ? ”

” Gak, gini aja. ”

” Pake bedak deh sedikit… ”

” Enggak deh. ”

Dalam hatiku bertanya. Apa ada yang salah dengan penampilanku ? Aku memang tidak pernah dandan sebelumnya. Dan menurutku itu sedikit merepotkan. Kupikir juga, Minchul tidak akan memperhatikan wajahku sampai begitu detail.

Setelah semua siap, kami berangkat dengan sebuah mobil. Kubuka lollipop ku dan memasukkannya ke dalam mulut. Sebelumnya kami berdoa dulu supaya perjalanan ini bisa lancar. Di jalan kami tidak berhenti tersenyum dan membicarakan segala khayalan tentang Minchul.

===

Setelah sampai, kami bertemu beberapa Mightymax lainnya. Keadaan semakin seru dengan adanya mereka. Jadi, kami adalah Black Pearls Squad yang akan menjemput Captain kami. Aku, Sarah, Wina, Bunga, Tari (Jia), Rahma, Cella, Veby, Auly.

Cukup lama kami menunggu, dan cukup melelahkan mencari dimana pintu kedatangan yang benar. Banyak info yang kami dapat, tapi berbeda-beda. Tapi kami yakin pada 1 pilihan.

Saat kami menunggu kedatangan Captain, ada sebuah tim media dari Kiss infotainment yang mewawancarai kami. Aku dan ka Bunga bersembunyi di balik tubuh teman-teman kami karena kami takut masuk tv. Kami bolos tanpa alasan yang jelas dari sekolah dan kantor.

Sudah cukup lama kami menunggu dan hampir bosan. Untung ada seorang sopir yang menjemput kerabat atasannya, aku mengobrol dengannya. Membicarakan tentang Minchul, karena ia penasaran siapa Minchul itu. Jadi aku tak begitu bosan.

Kami sedang tak cukup fokus ketika seseorang dengan kulit putih dan rambut pirangnya keluar dari pintu. Tapi akhirnya kami sadar dan berteriak tak kompak.

” Oppa.. ”

” Captain.. ”

” Shin Minchul.. ”

Hampir saja kami lupa akan misi ‘Confess’ kami. Tapi entah siapa, (aku sudah tak ingat karena fokusku hanya dia), menyadarkan kami dan kami mulai bernyanyi. Nada tak jelas, lirik apa lagi. Minchul sedikit bingung.

Tapi tak lama, ia mencoba mencerna lagi apa yang kita ucapkan. Then… Thank God !! dia mengerti bahwa kita bernyanyi lagu ciptaannya. Ia memberi kode dengan tangannya agar kita terus bernyanyi. Ia memasukkan tangan kanannya ke dalam saku celana. Lalu berpindah ke saku celana satunya. Ia mengeluarkan iPhone nya, aku sedikit kecewa awalnya.

” Captain, kita sedang bernyanyi untukmu, kau malah memainkan ponselmu sekarang ??? ”

Tapi aku pikiranku langsung berubah lagi, dia MEREKAM kami !!! Volume suara kami makin keras ketika melihat itu. Jujur, itu adalah kali pertama aku menyanyikan Confess dengan sangat buruk. Entah mengapa, ucapan yang keluar dari mulut kami sudah tidak jelas. Tapi aku yakin, suara kami ini penuh kebahagiaan.

Ia tersenyum, lalu melambaikan tangan. Dia terlihat begitu shining. Entah karena rambut barunya atau karena dia lebih tampan ketika dilihat langsung. Lalu ia memberi kode agar kita keluar, karena ia sudah mau keluar.

Kami histeris dan berlari keluar. Tugasku adalah mengingat plat nomor mobil yang akan menjemputnya. Aku berlari menuju pintu manual yang terdekat. Tapi naasku, pintu itu terkunci. Dan semuanya telah berlari keluar. Aku segera meninggalkan banner di lantai, merangkap payung yang kupegang lalu berlari sekencang-kencangnya keluar.

Langkahku besar dan cepat. Aku merasa tidak pernah berlari secepat itu sebelumnya. Semuanya telah mengerubuti N:Sonic dan Minchul, tapi terhalang bodyguard. Aku semangat mencari dimana kepala berambut pirang, dan aku menemukannya, ia berjalan santai. Aku berlari mendekatinya, bodyguard sedang lengah.

Aku segera melompat ke depannya dan menyapanya.

” Oppa, annyeong !! ” sapaku sambil melambaikan tangan.

Dia melihatku, lalu tersenyum. Ketika aku menyodorkan tangan untuk bersalaman, seorang bodyguard menyikut tubuhku hingga terpental cukup kencang ke belakang. Aku tak menyerah, masih mengikuti Captain dari belakang.

Tapi mereka cepat, terlalu cepat. Aku masih belum puas menatapnya. Kami kebingungan, entah dimana mobil kami berada. Aku masa bodoh tak perduli, masih berdiri dan menatap bis berwarna biru itu. Dimanakah Captain ? Aku hanya melihat personil N:Sonic. Lalu bis itu maju perlahan, belum kencang.

” Sharon, mobilnya udah ketemu !! ” teriak ka Tari memanggilku.

Sebenarnya aku masih belum melihat Minchul lagi, tapi aku harus bergabung bersama mereka. Aku berlari menghampiri mobil kami. Mobil kami langsung melaju cepat tak ingin kehilangan jejak.

Kami masuk tol, menjalankan mobil secepat mungkin. Tapi tidak menemukan bis yang ia tumpangi. Kami langsung berpikir bahwa kami kehilangan jejak. Cukup putus asa, tapi kami tidak menyerah semudah itu. Ka Sarah menyimpan nomor telpon wartawan Kiss. Ternyata kami mendapat info bahwa mereka akan menginap di Hotel Ciputra.

Segera kami kesana. Kami masuk dari Mall yang memang berbatasan langsung dengan Hotel. Disana kami tidak menemukan adanya tanda-tanda rombongan Minchul sudah datang. Dan kami yakin bahwa Minchul belum sampai. Kami tidak membuntuti Minchul, dia yang membuntuti kami.

Ketika Black Pearls Squad masuk ke lobby hotel, seorang security gendut hitam dan jelek menghalangi kami. Tapi tak surut niat kami. Minchul masuk dan melihat kami. Kami tak histeris seperti sebelumnya, karena kami tahu kami akan diusir kalau kami membuat keributan.

” SEE YOU !! ” ucap Captain pada kami.

Lalu keadaan mulai sepi, padahal masih ada N:Sonic. Kemana 2 fans N:Sonic yang di bandara ? Dea dan Anggun. Mereka tidak kemari. Teman-temanku sudah mengobrol sendiri, membicarakan Minchul. Di hatiku tersirat rasa iba(?) kepada N:Sonic, aku mulai bersuara.

” N:Sonic !! ”

Lalu Black Pearls Squad mengikutiku. Lalu seorang anggota N:Sonic berkata pada kami.

” Aku cinta kamu. ”

Kami langsung tersenyum senang. Setelah itu kami menjemput ka Uly di stasiun. Lelah, tapi menyenangkan. Tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan hari ini. Begitu indah, impian kami terkabul.

***

11 – 1 – 2012

Kami bangun pagi sekali. Tujuan kami pagi ini adalah Indosiar. Karena menurut informasi, Minchul dan N:Sonic akan tampil di Hitzteria. Semangat baru, setelah bisa melihat Captain secara langsung, kami berharap lebih hari ini.

==

Kami sampai di Indosiar. Ada banyak makhluk yang bernama ‘alay’ bertebaran di depan pintu gerbang Indosiar. Mereka memperhatikan kami, mungkin karena kami terlihat berbeda dari mereka semua. Aku mendengar beberapa celetukan.

” Wah, Maximizers nih… ”

” Iya, fans nya Max5… ”

Tak kami jawab, kami tetap berjalan percaya diri. Akhirnya kami diperbolehkan masuk. Kami disuruh berbaris bersama alay-alay tadi, lalu menari mengikuti musik.

” OH MY GOD !!!! ” seruku dalam hati. Berada diantara mereka saja aku sudah pusing, bagaimana bisa aku mengikuti gerak-gerik mereka ?

Aku diam, sampai kulihat ka Sarah dan ka Wina keluar dari barisan. Mereka hendak ke kamar kecil. Aku segera mengikuti mereka tanpa pikir panjang. Siapa yang tahan berada diantara orang-orang itu ?

Ka Sarah lalu menelpon seseorang, berbicara cukup lama. Kami sedang di lobby Indosiar.

” Minchul nya gak ada di Hitzteria. Kita pergi aja dari sini. Panggilin semuanya ! ” titah ka Sarah padaku.

Dengan perasaan lega dan hati berbunga – bunga aku mengucap syukur pada Tuhan karena aku tidak perlu bergabung bersama mereka lagi. Sedikit berlari, aku menghampiri Black Pearls Squad yang tersisa.

” Minchul nya gak ada disini. Kita pergi ! ” ajakku pada mereka. Lalu mengambil tasku.

Kami berkumpul di lobby. Berunding sebentar. Lalu menurut informasi, Minchul ada di Studio 5. Studio 5 letaknya terpisah dari gedung utama Indosiar. Kami harus berjalan kaki untuk mencapai sana.

Di pintu studio 5, kami hanya melihat panggung yang masih dikerjakan, walau hampir jadi, dan satpam. Kami bertanya-tanya, apa kami dipermainkan ???!! Dimana sebenarnya Shin Minchul ??

Kami bingung, terlebih trio admin T-maxIndonesia. Mereka telah mengabarkan kalau Minchul ada di Hitzteria, tapi ketika mereka mengabarkan lagi kalau dibatalkan, banyak Mightymax yang menyalahkan. HEI HEI !! Jangan salahkan kami kalau tidak mengerti masalahnya ! Kalian tahu kami sedang terdampar di Indosiar ? Ini jauh lebih parah daripada menunggu di depan tv.

Kami minta izin masuk ke studio 5, mencari tempat duduk. Akhirnya pilihan terakhir kami masuk ke dalam Mushola kecil. Kami duduk di dalam Mushola, bertanya-tanya pada diri sendiri serta tetap berharap akan bertemu Minchul hari ini. Ka Sarah mencoba menelpon Hotel Ciputra, apakah Minchul sudah keluar dari hotel atau belum. Tapi kami tidak diberi tahu.

Lalu Ka Dewi berinisiatif, ia menelpon Hotel Ciputra mengatas namakan majalah Go Go Girls, tempat kerja kerabatnya. Dan lucky me !! Resepsionis itu memberi tahu bahwa rombongan artis Korea belum keluar. Kami langsung bergegas ke hotel.

Kami tidak masuk hotel, melainkan duduk di 2 buah saung kecil di tempat parkir. Mengobrol sambil menunggu matahari mulai memanas. Salah satu dari kami melihat sebuah bis biru. Kami melihatnya dan yakin itu Minchul. Kami berjanji tidak akan histeris.

Kami hanya menatap bis itu semakin mendekat. Tetap saja Minchul menatap arah yang berlawanan dari kami. Geram, aku meneriakinya.

” MINCHUL OPPA ! ”

Ia menoleh sejenak, matanya masih terlihat ngantuk dan lelah. Lalu salah satu N:Sonic melihat kami dan menunjuk ke arah kami, ia terlihat sedikit bingung mengapa kami berada disitu. Sopir wanita yang mengendarai bis itu memberi kode yang sulit kami artikan, ia menunjuk ke arah depan.

Kami hiraukan dan kami kembali bertanya-tanya, apa maksud kode tadi ? Dan kemana mereka pergi ? Kurasa itu arah ke Indosiar. Apa mereka ke Indosiar ? Untuk apa ? Bukankah Minchul tidak tampil di Hitzteria ?

Kami dibingungkan dengan adanya kabar simpang siur tersebut. Kami sudah cukup lelah kesana-kemari. Setelah itu, Tmaxindonesia menerima mention dari salah satu Mightymax yang bilang Minchul ada di Hitzteria. Kami ditipu. Ia memang tidak performance, tapi hanya sekedar mengobrol dan promosi ceremony HUT Indosiar. Benar, kami dipermainkan.

Menurut informasi, akan ada press conference di hotel pukul setengah 2 siang. Kami menghabikan waktu di Mall Ciputra. Black Pearls Squad masih penuh semangat. Kami mengisi tenaga sebelum hal-hal hebat lain terjadi.

===

Bagaimana kita bisa masuk ke dalam ruang preskon dengan atribut fans ? Kemungkinan besar kita akan diusir lagi. Kami melihat keadaan, apakah satpam penjaga adalah orang yang mengusir kita kemarin ? Apakah kira-kira kita bisa masuk ke dalam ruang preskon ?

Kami berpisah-pisah. Menjadi beberapa tim yang mengatasnamakan media-media. Aku, ka Sarah dan ka Wina mengatasnamakan Tmaxindonesia sebagai media online. Dan kami meluncur mulus ke dalam ruang preskon.

Masih sepi, ada beberapa orang Korea duduk di sofa-sofa single di depan. Ada 8 buah sofa, kami menebak-nebak. 5 untuk N:Sonic, 2 untuk Minchul dan Jonghyun, dan 1 lagi mungkin untuk translator. Di dalam sana kami berlagak tidak mengenal 1 sama lain. Bahkan kami sempat berkomunikasi dengan sms walau terpaut jarak 1 meter.

Keadaan mulai ramai. Mbak Asti, wartawan Kiss pun datang. Kami berbincang bahwa dia mewawancarai Shin Minchul tadi pagi di Indosiar. Ia juga menunjukkan fotonya bersama Minchul. Itu membuat kami iri setengah mati. Ia juga memuji idola kami itu baik dan ramah sekali, tidak seperti artis lainnya. Tentu saja !!

Preskon dimulai, ia datang dengan Jonghyun. Shining, ia terlihat lebih fresh kali ini. Aku segera maju ke depan, menyempil di tengah-tengah om-om wartawan. Sialnya, aku malah tidak dapat melihat apa-apa. Aku segera maju ke samping depan, bersama ka Citra disana. Karena tempat duduk terbatas, akhirnya aku duduk di karpet. Tepat di depan Jonghyun.

Aku menyapa Minchul dengan sedikit berbisik. Takut ketahuan kalau aku ini fans.

” Captain !! Captain !! ”

Ia menoleh ke arahku, tersenyum lalu mengangkat telapak tangannya, melambai kepadaku. Setelah itu, pandangannya belum lepas dariku. Entah mengapa aku jadi salah tingkah, kurasa pipiku memerah aku menutupi sebagian wajahku dengan telapak tanganku. Ia masih menatapku dan tertawa kecil.

Ia bertingkah iseng dan lucu selama preskon. Membuat para wartawan tertawa. Membuat kami tambah mengaguminya. Ia adalah pribadi yang baik. Walau dia punya sisi ‘bad boy’ dalam dirinya.

Selesai preskon, kulihat dia dijaga bodyguard. Lalu masuk ke dalam sebuah mobil CRV hitam. Kami mengucapkan salam sampai jumpa saat dia dan Jonghyun sudah berada di dalam mobil. Tapi cukup lama, mobilnya tak juga jalan.

” Oppa , I like your hair ! ” ucapku. Tapi dia malah menutupi rambutnya dengan tangan. Tidak percaya diri ??:/

Dengan inisiatif dan keberanian penuh, aku mengucapkan kata-kata yang selama ini ingin kuucapkan padanya.

” Oppa, Marry me ! ”

Minchul terkejut mendengarku mengatakannya. Jonghyun dan Black Pearls Squad pun sama. Lalu Minchul tertawa sambil melihatku di dorong-dorong Black Pearls Squad karena kelancanganku. Aku hanya tersenyum innocent.

==

Matahari mulai turun. Kami menuju Studio 5 Indosiar untuk menyaksikan Ceremony HUT Indosiar. Kami berhenti di pintu tempat kami masuk tadi pagi. Tapi kami tidak diperbolehkan masuk karena katanya penonton harus masuk dari pintu yang 1 lagi. Kami segera melenggang ke sana. Kenapa harus ini lagi ?? Makhluk-makhluk bernama alay bertebaran. Kali ini kaum pria bukan hanya sedikit ‘melambai’ seperti tadi pagi. Tapi banyak sekali alay jenis preman disini. Menakutkan, tapi demi Minchul. Kami mengikuti barisan, tapi kami mendengar bahwa yang masuk harus pakai tiket.

Alay-alay ini semakin menggila dan desak-desakan. Kami tergencet, tapi tetap bersatu. Mereka semakin brutal dan mendorong kami. Aku takut, rasanya ingin aku menceritakan semua ini kepada Minchul oppa. Bagaimana perjuangan kami…

Akhirnya kami putuskan untuk keluar dari gerombolan itu. Kami takut jatuh dan terinjak, aku tidak mau mati konyol karena diinjak-injak alay. Tapi penderitaanku tak sampai situ saja.

” Misi, mau keluar. Tolong kasih jalan… ” ucapku pada mereka.

Tapi bukannya memberi jalan, alay-alay menakutkan ini malah senang dan tertawa.

” Woi asyik, cewek nih cewek !! ”

Mereka malah menjepit tubuhku dengan kencang. Aku hampir jatuh. Apa itu menakutkan ? Aku hampir terjebak tidak bisa keluar. Apa itu menyedihkan ?

Demi apa aku mau begini ? Hanya 1, karena dia…

Kami akhirnya bisa keluar. Putus asa, kami duduk di Masjid terdekat. Black Pearls muslim sholat bergantian. Aku sendiri meringkuk tak tahu harus bagaimana. Dalam hatiku berdoa kepada Tuhan, semoga besok akan lebih baik.

Kami berunding lagi, sayang rasanya kalau kita menyerah begitu saja. Kami Black Pearls Squad yang penuh semangat. Kami yakin kami bisa bertemu lagi dengan Minchul oppa. Harus menonton dia live performance !!!

Kami berjalan menuju pom bensin terdekat, hanya untuk sekedar buang air kecil. Setelah itu, aku mengusulkan untuk berdoa bersama lagi. Seperti biasa, kami bergandengan tangan satu sama lain dan berdoa. Lalu semangat kami kembali membara. Menuju pintu pertama yang tadi kami datangi, bukan pintu untuk penonton.

Ada beberapa satpam penjaga disana. Kami tetap maju.

” Darimana ini ? Penonton lewat belakang. ”

” Kita dari T-maxIndonesia, pak. Media online. ” jawab ka Sarah lalu menunjukkan id card T-maxIndonesia.

” Sudah bilang sama Humas Indosiar ? ”

” Oh, Pak Gufron ya ? Sebentar saya telpon. ”

Kami beruntung, Pak Gufron mengizinkan kami. Dan kami masuk ke dalam. Melewati parkiran, aku menemukan mobil CRV hitam dengan nomor polisi B 1977 TO. Benar, itu mobil yang Minchul dan Jonghyun pakai.

Kami masuk, lalu langsung menuju panggung indoor. Beberapa artis lokal tampil. Dan ketika tiba waktu Shin Minchul, aku segera menyeruak untuk berdiri tepat di depan bibir panggung.

Dia melihat kami sekilas, tapi ia tidak fokus pada kami. Dia berbeda, ketika ia sudah melihat kamera dan dalam performance, ia tidak perduli siapa yang menontonnya. Bahkan ia tidak melirik kami sedikit pun. Ia bernyanyi untuk semua orang, yang ada disitu dan ia bernyanyi untuk penonton di rumah. Aku tahu, ia bukan tidak menghargai kami. Tapi ia adalah Superstar profesional.

Kami menunggu Minchul dan Jonghyun keluar. Kami berdiri di dekat mobil CRV itu. Berniat memberi hadiah sepasang sepatu, kami betekad harus memberi ke tangannya langsung. Aku melihat Minchul dan Jonghyun keluar. Aku memegang sepatu bergambar Minchul itu.

Bodyguard langsung menggiring Minchul masuk ke dalam mobil ketika aku mulai mendekat. Tak peduli apa yang akan dilakukan bodyguard itu, aku tetap maju. Tapi mereka sudah di dalam mobil. Belum sempat aku mengetuk kaca mobil itu, Jonghyun sudah membukanya. Bodyguard yang hendak menghalangiku langsung diam tak bergerak.

” It’s from T-maxIndonesia, oppa. ”

Jonghyun mengambilnya lalu diberikannya kepada Minchul.

” Thank you… ” ucapnya lalu tersenyum.

Lalu kami mengucapkan salam perpisahan lagi sampai ia sudah hilang di keramaian jalan besar itu.

Kabar buruk kami dengar, dari sopir wanita bis itu. Katanya, Minchul akan menginggalkan Indonesia Kamis malam. Padahal kami masih punya beberapa hadiah lagi yang harus diberikan.

Untuk mencari kepastian, kami menunggu Sangmin. Lelah, Black Pearls Squad duduk di dekat pintu keluar. Aku masih berdiri, berjalan-jalan dan mencari kegiatan lain. Kegiatan lain itu adalah… sok kenal sok deket sama artis-artis lokal yang lewat. Mulai dari XO-IX, Hitz, Andik Vermansyah dan yang lainnya…

Sampai artis yang kukenal sudah habis, Sangmin belum keluar juga. Ia bergabung dengan rombongan orang-orang Korea dan N:Sonic. Akhirnya, acara pun selesai. N:Sonic adalah penutup acara.

Kami melihat Sangmin dari kejauhan, dan kami segar kembali. Bertanya kebenaran dan ternyata Minchul akan meninggalkan Indonesia pada Jumat malam. Kami lega, lalu berfoto-foto dengan Sangmin OPPA.

***

12 – 1 – 2012

Menurut info, Minchul dan N:Sonic akan tampil di Buaya Show. Dan acara itu tidak live. Shooting akan dimulai siang ini. Kami datang ke gedung utama Indosiar. Kami harus minta persetujuan Pak Gufron, humas Indosiar untuk dapat menonton shooting berlangsung. Karena sebenarnya, penonton talk show itu adalah penonton dari agensi (alay girang).

Tapi akhirnya kami mendapat tempat. 7 seats untuk Black Pearls Squad. Tapi sepertinya takdir berkata lain, langit mulai gelap. Kita memutuskan untuk langsung menuju Kebon Jeruk, studio penta SCTV, dimana shooting live ‘Kpop vs Ipop’. Biarkanlah 7 seats itu, kami tidak mau telat menonton performance Minchul.

Cukup ramai ternyata di depan studio, walaupun alay girang ada berkeliaran di dekat situ. Tapi sepertinya jumlahnya kalah dengan Black Pearls Squad kali ini. Kami bergabung dan membentuk suatu kubu, begitu juga dengan fans N:Sonic. Kami sesama fans menjalin hubungan yang baik, saling membantu.

Sedang asyik mengobrol, tiba-tiba kudengar namaku dipanggil. Aku menghampiri. Tim kreatif sctv memanggilku.

” Kamu mau gak in frame ? ”

Tentu saja aku kaget setengah mati. Antara senang, bercampur bingung. Bagaimana tidak ? Jika menerimanya, aku akan ditonton 1 Indonesia, mungkin termasuk guruku di sekolah. Sedangkan aku sudah meninggalkan sekolah 3 hari tanpa alasan.

” Yaudah ka, aku mau. ” jawabku.

Mata gelap, tak peduli dengan resikonya. Kapan lagi aku bisa bertemu dengannya bahkan muncul di tv bersamanya ?

Aku di make up oleh ka Sarah. Ini kali pertama aku di make up setebal ini. Dengan bedak+blush on+eye liner+whatever others…. Demi siapa aku mau di make up ????!!! SHIN MINCHUL !

Tiba saatnya aku masuk ke stage. Memegang kue untuknya, senyum tersungging di bibirku. Ketika aku masuk ke stage bersama Ka Nisha, aku cukup gugup. Dia berada di depanku dan menatapku. Setelah ia menerima kuenya, Ka Nisha memeluk Minchul.

Aku tidak berani, aku hanya diam di belakang. Tapi Minchul melihatku dan membuka tangannya. Mendapat lampu hijau, aku segera memeluknya dari samping. Lalu ia merangkul bahuku. Kau tahu ? Minchul itu tidak wangi sama sekali. Tidak seperti yang kalian bayangkan. Aku tidak bilang dia bau, tapi juga tidak wangi.

Ketika fans yang lain narsis di sebelah host, aku malah menghampiri Minchul. Dia mencolek kue dan mencuil coklat yang ada di atas kue itu.

” Oppa, do you like it ? ”

” Hm… yes… ” katanya sambil mengemut telunjuknya.

Lalu ia mencuil sebagian kue, lalu menyuapinya kepada Jonghyun. Aku terkekeh dibuatnya. Minchul tersenyum kepadaku, sedangkan Jonghyun hanya diam.

Setelah itu, kuhabiskan waktuku di backstage, bersama Sangmin. Aku bertanya padanya.

” Oppa, how can if I want to meet and take picture with Minchul and Jonghyun. ”

” Go to.. second plo… ” begitu katanya.

Logatnya terlalu Korea, aku kurang mengerti awalnya.

” Second plo… ” ia menunjuk ke atas.

” Second Floor ? ”

Dia mengiyakan. Haish, susahnya…

Acara sudah selesai, yang lain meminta tanda tangan di kertas. Sedangkan tasku ada di ruang ganti, dibawa oleh tim kreatif. Aku meraba saku, hanya ponselku yang kutemukan. Aku segera meminjam spidol warna silver dan menghampiri Minchul.

” Oppa, sign on here… ”

” On here ? ” dia terlihat sedikit bingung.

” Yes, it’s okay..! ”

Lalu ia membolak-balik ponselku. Dia bingung, tapi akhirnya ia menemukan tempat yang pas. Ia menambahkan ‘FLY UP’ di bawah tanda tangannya.

Black Pearls Squad frekuensi kecil naik ke lantai 2, ruang ganti. Sekitar 8-10 orang naik ke ruang ganti. Kami sangat bahagia, akhirnya kami bisa berfoto bersama Shin Minchul. Bahkan kami mengobrol bersamanya.

” Oppa, I really like your hair ! ” opiniku untuk yang kedua kali.

” Really ? ” tanyanya.

” Really, you’re handsome, oppa. ” aku meyakinkannya.

Dia malah terlihat malu dan tidak percaya. -o-” Aku salaman dengannya lalu mengenalkan diri.

” Oppa, I’m Sharon… ”

” Oh, whooa… Sharon ! ” ia menepuk-nepuk pudakku. Lalu menganggukkan kepala. Kurasa dia ingat padaku. Baguslah !!

Dia berjanji akan kembali kesini setelah ia menyelesaikan album solo pertamanya. Kami sudah hendak pulang, ia juga harus makan malam bersama yang lain. Sebelum sesi ini berakhir, aku menghampirinya.

” Oppa, can I hug you.. again ? ”

” Ok ! ” ucapnya. Lalu ia membuka tangannya.

Aku segera maju dan melingkarkan tanganku di perutnya. Dia merangkul punggungku, cukup erat kali ini. Kuyakin kausnya itu baru, karena masih bau sablon. Tapi pelukannya terasa nyaman, hangat dan aman. Andaikan aku bisa merasakannya setiap hari. Jantungku berdegup kencang sekali, dan aku yakin dia pasti dapat merasakannya.

Black Pearls Squad sudah keluar, tapi aku dan ka Uly masih di dalam, mengobrol dengan ka Tata. Ketika kami asyik mengobrol, tiba-tiba Minchul keluar dari pintu kaca itu. Tak membuang kesempatan, kami segera berfoto lagi.

Setelah kami selesai berfoto, girlsband lokal bernama Princess juga minta untuk foto bersama dengan Minchul. Dan saat itu juga ponsel ka Uly berbunyi, Black Pearls Squad sudah menunggu kita diluar.

” See you next time, oppa ! Saranghae ! ” ucapku padanya. Kami berlari keluar tempat itu.

” Bye bye !!! ” teriak seseorang di belakang kita. Suara itu begitu familiar. Shin Minchul mengucapkan salam perpisahan, padahal kita sudah cukup jauh darinya. Kulambaikan tanganku kepadanya, aku melompat agar dia bisa melihatnya jelas. Tapi ka Uly tidak mendengar suara Minchul oppa, dia terus saja berlari. -..-”

Aku tidak ikut mengantarnya ke bandara pada hari terakhir. Uangku sudah habis, aku tidak mungkin meminta lagi pada orang tuaku. Ya sudahlah, bagiku, itu sangatlah cukup. Jadi kuputuskan untuk pulang malam itu.

The End !!!

i swear i’ll meet him again


ADMIN NOTE:
ini bukanlah fan fiction, tetapi merupakan kisah nyata yang dialami author Sharon Angela bersama Mighty Max & Black Pearls saat bertemu Shin Minchul di Indonesia

big thanks to Sharon Angela
credit: Notes Sharon Angela on facebook
photo credit on pic

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 26, 2012 in Korea

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: