RSS

[Fan Fiction] Secret Hope ~ part 1

19 Feb

Judul : Secret Hope
Author: Milasari Mahesa Ayu [ facebook ] [ twitter @MilkyBaobei ]
genre : Sad Romance (ALL AGES)
cast :
KIM HAIN
KIM HEE CHUL (SUPER JUNIOR)
Another Cast (cameo)

admin note: ini adalah fanfic kiriman dari salah satu reader mycolorisland yang setia ^^, pengen fanfic-nya diterbitkan mycolorisland seperti fanfic Mila ini? kirim saja fanfic teman-teman semua via email ke mycolorisland@gmail.com

syarat: tema bebas asal tidak mengandung unsur SARA, pornografi, YAOI, dsb. sehingga bisa dibaca semua kalangan. tidak hanya bertema KPOP tapi juga JPOP-pun mycolorisland sangat menerima. tidak mengandung unsur plagiat, hasil karya sendiri. dan bersedia diedit oleh mycolorisland jika terdapat kesalahan penulisan dan tata bahasa (seperti tanda baca). mycolorisland tidak akan mengubah alur cerita maupun cast.

yak berikut fanfic SECRET HOPE, ayo yang ELF dan pecinta fanfic check this out!!!

====

“Jika kematian menghampiriku hari ini dan menghentikan nafas serta usiaku..biarkan,harapan dan cintaku tetap hidup untuknya..tak ada yang bisa menghentikan harapan dan cintaku untuknya..tuhan,biarkan aku mencintainya hingga akhir..”

“aahhh seperti ini lagi..untung tak mengenai seragamku..”

seorang gadis bicara pada dirinya sendiri di depan cermin,ia sedang membersihkan sisa-sisa darah yang keluar dari hidungnya.

“ck!! darah ini sungguh menyebalkan!ooohh ya tuhan,Super Show 2 akan segera di gelar dan keadaanku masih saja seperti ini. apa heechul oppa akan memandangku?” gadis itu mendecak kesal melihat noda darah yang kini ada di tissue dan tangannya.

“yah!! Kim Ha In!!melamunkan heechul di kamar mandi sekolah lagi?” seorang gadis lainnya muncul tiba-tiba,gadis yang bernama kim hain itu langsung membuang tissue di tangannya.

“ish!!shin min seul!!!membuat kaget saja!! Eh Seul-ah,super show 2 akan segera di gelar,kau datang?” Tanya Hain berbinar

“yah!! Kim Hain,bukan kah kita berdua tak pernah melewatkan momen ini?dengar ya,aku Shin Min Seul bertekad mendapatkan ciuman dari seorang Lee Donghae. aku akan berdiri di barisan terdepan!” minseul mengepalkan tanganya ke udara.

Melihat tingkah sahabatnya hain hanya tersenyum kecil

“kau ini,jangan terlalu banyak bermimpi, kau tau ELF tak hanya 10 atau 20 orang. terlalu banyak saingannya” cibir Hain, Minseul mengerucutkan bibirnya menatap hain dengan tatapan sebal

“mematahkan semangat orang itu tak baik hain-ah! Eo? kau mimisan lagikah? aaah kau terlalu lelah,jangan suka memaksakan diri hain-ah” minseul melihat noda di tangan kanan hain

“aahh tidak! Aku kemari hanya ingin merapikan diri” hain menyangkal

“ah geurayo? kkaja kita pulang,ini sudah waktunya kita untuk pulang.” minseul menarik lengan hain tergesa-gesa

“ehhh seul-ah,kenapa harus tergesa-gesa seperti ini?”

“kita harus menyiapkan, kaos,lightstick, poster dan hadiah! ingat, super show 2!”

***

Hain menghempaskan tubuhnya di ranjang. pukul 20.00 kst hain baru sampai apartemen,hanya menyiapkan barang-barang konser saja ia sudah membuatnya lelah setengah mati, ia meletakkan barang-barang super shownya di bawah ranjang.

Hain tinggal sendiri di apartemen yang bisa di bilang mewah ini,13 tahun yang lalu ketika usianya 5 tahun orangtuanya meninggal karena kecelakaan mobil.seharusnya saat ini hain tinggal dengan bibinya,namun ia merasa tidak nyaman jika harus tinggal dengan adik ibunya tersebut,bibinya kurang menyukai aktifitas hain yang selalu berkutat dengan konser dan boyband.bibinya selalu melarang hain pergi menonton konser bahkan sekedar menempel poster idolanya pun dilarang.

“sebaiknya aku ke dokter sepertinya aku sakit,minseul benar wajahku pucat sekali.aaahhh heechul akan mengira aku setan jika di biarkan seperti ini,aku harus pergi ke dokter kecantikan.” Hain beranjak dari ranjangnya,kini ia sedang duduk menatap wajahnya di cermin.

“apa aku sakit? atau kurang vitamin d?atau mungkin aku kurang merawat diri?” hain terus menatap wajahnya di cermin hingga akhirnya ia tertidur pulas di atas meja riasnya.

***

“aku datang ke tempat yang salah? kenapa? aku merasa wajahku pucat tak berseri,dan aku pikir aku kekurangan vitamin d atau semacamnya. bukankah tepat jika aku datang ke dokter kecantikan?” hain sedikit gusar dengan pernyataan dokter yang menyatakan dirinya salah konsultasi,dokter itu bilang bahwa kulit hain baik-baik saja.

Hain pergi dari klinik kecantikan itu dengan bersungut-sungut,ia menyetop taksi untuk membawanya ke Jaseng Hospital of Oriental Medicine yang terletak di Gangnam-gu,Seoul. meski kesal hain tetap mengikuti saran dokter kecantikan itu untuk pergi ke klinik lain.

“aku harus konsultasi ke dokter umum.kenapa?ahh dokter kecantikan itu kenapa?” hain terus merutuk sepanjang perjalanan ke rumah sakit,bahkan ketika dirinya sampai di tempat tujuan tetap bersungut-sungut.

Hain menghentikan langkahnya ia juga berhenti meracau,ketika melihat nama Kim Jin Soo di pintu,nama yang di sarankan oleh dokter kecantikan tadi.

Hain membuka kenop pintu dengan perasaan tak menentu..

“silahkan duduk”

Dokter kim langsung menyuruh hain duduk saat melihatnya masuk,dokter kim tidak seperti kebanyakan dokter lainnya,dia terlihat sangat muda.

“kau sungguh seorang dokter?” tanya hain polos

Dokter kim tersenyum hangat, menghela nafas pendek lalu menatap hain dengan tatapan terbaiknya.

“ya.aku seorang dokter nona” jawab dokter kim mantap

“kau terlihat terlalu muda untuk ukuran seorang dokter” kata hain

“benarkah? bagus kalau begitu, biasanya kan sosok dokter selalu di takuti dan di segani. Dan kali ini aku bisa membuat pasien terpesona padaku” dokter kim masih tersenyum menatap hain yang kebingungan

“kau benar nona,aku memanglah masih muda untuk ukuran seorang dokter,umurku baru 28 tahun. aku mendapat gelar dokterku lebih cepat dari mahasiswa lainnya. kenapa? karena aku lebih suka membuka buku disaat remaja lain bermain dengan teman-temannya,aku belajar saat remaja lain tertidur” lanjutnya

Hain menatap dokter kim kagum,ini pertama kali nya ia menemukan pria yang bisa membuatnya terkagum-kagum selain kim heechul tentunya.

“jadi nona,apa keluhanmu?” dokter kim kembali ke tugasnya sebagai dokter,menanyakan keluhan pasien.

“aku tidak tahu,kupikir ini seharusnya hanya masalah kecantikan biasa,aku terlihat pucat tapi dokter kecantikan malah menyuruhku datang kemari. Ia menyuruhku berkonsultasi denganmu” jawab hain

“benarkah?” dokter kim menautkan alisnya

“ahh dokter, aku sering sekali mimisan,mungkinkah hal itu yang membuatku selalu pucat?”

“mimisan?apa sering?”

“yaa sering sejak kecil seperti ini”

“kau anemia?”

“ya dokter,bibi bilang sejak kecil aku memang berdarah rendah”

“apa di kulitmu muncul bercak merah?kau merasa cepat lelah dan tak bertenaga”

“dokter!! Kau benar semua yang kau ucapkan benar!” hain menepukan kedua telapak tangannya

“tapi kenapa dokter kim? kau terlihat cemas”

“ikut aku” perintah dokter kim

***

Hain berjalan sempoyongan saat keluar dari ruangan dokter kim,hain tersenyum kecut,menatap kertas yang ada di tangannya. Hain pun tersungkur di depan rumah sakit ia menangis sejadinya.

“ini pasti bohong..kenapa orang tuaku terkubur dengan rahasia sebesar ini!!kenapa mereka tak memberi tahu aku?” hain terisak

-FLASHBACK-

“Kim Hain-ssi! Kau tidak tau,kau menderita leukimia?seharusnya dilakukan uji laboratorium sejak lama,untuk memastikan ini di akibatkan oleh virus atau faktor kimiawi. 2 hari lagi kau harus kembali lagi kemari untuk mengetahui hasil pengambilan darah dan biopsy (read: pengambilan jaringan) tadi. Kita akan tau jenis leukimia apa yang kau derita setelah pemeriksaan sampel darah dan biopsymu nanti.”

-FLASHBACK END-

Tangis hain semakin kencang,ia tak tak tau ia memiliki penyakit separah itu,ucapan dokter kim terus terngiang di telinganya. Hain terus bertanya-tanya kenapa orang tuanya menyembunyikan semua ini darinya,apa mereka tak pernah melakukan pemeriksaan terhadap penyakitnya? terlalu banyak pertanyaan di benak hain,hingga membuatnya sesak.

“apa yang ayah dan ibu lakukan padaku?” hain masih saja menangis,menyalahkan ayah dan ibunya.

“tunggu, bibi pasti tau semua ini. Ya benar,bibi pasti tau semuanya!!” hain menghapus airmatanya kemudian berlari ke rumah sang bibi.

***

“maafkan bibi hain-ah,tapi bibi hanya menjaga janji bibi pada ibumu” wanita setengah baya itu berusaha menahan airmatanya,ketika melihat hain datang melemparkan selembar kertas ke arahnya.

“janji apa bi? mereka ingin aku mati?mereka tak menginginkan aku?” hain memekik kesal

“bukan!bukan hain-ah. Mereka hanya melindungimu! mereka hanya ingin kau melanjutkan hidup dengan normal,mereka tidak ingin kau menderita dan murung karena penyakitmu,mereka berharap dengan ketidaktahuanmu soal penyakit ini kau akan hidup dengan ceria,bergaul seperti anak lainnya tanpa terbebani. Ketika usia 5 tahun, mereka pernah membawamu ke rumah sakit dan kau tau? mereka bilang kau terkena leukimia myeloblastic,umurmu tak akan panjang,kau harus menghabiskan sisa hidupmu di rumahsakit untuk melakukan chemotheraphy,dan orang tuamu tak ingin kau hidup seperti itu. Mereka hanya ingin masa kanak kanakmu bahagia dan banyak teman,maka dari itu kau di bawa lari dari rumah sakit oleh orangtuamu. Ayahmu menyetir dengan kecepatan yang terlalu tinggi dia tak menyadari ada truk di depannya,beruntung kau terlempar keluar saat mobil itu meledak dan menewaskan kedua orangtuamu,bibi memang banyak berbohong padamu,termasuk saat bibi mengatakan obat-obatan yang konsumsi itu hanya vitamin biasa” air mata wanita itu sudah tak tertahan lagi,tangisnya pecah.

“sesaat sebelum ibumu benar-benar tewas,ia berpesan padaku untuk menjagamu dan tetap bungkam soal penyakitmu,dia bilang agar tetap memberikan obat dengan rutin padamu,dia ingin bibi membebaskanmu memberikan semua yang kau mau,tapi bibi tak bisa hain-ah,bibi terlalu takut kehilanganmu.bibi tak bisa membiarkanmu menonton konser boyband bodoh itu!!bibi takut sewaktu-waktu penyakit ini akan merenggut nyawamu!!” ia tetap melanjutkan kalimatnya meski dengan suara yang hampir tercekat.

Hain,menghapus airmatanya yang sedari tadi tak berhenti mengalir,ia tetap berusaha untuk tenang.

“Bibi salah.. bukan konser bodoh,bukan boyband bodoh,justru merekalah yang menguatkanku bi,mereka yang membuatku ingin terus bertahan,mereka malaikat yang dikirim tuhan untuk membuatku bertahan. Aku tak akan mati semudah itu bi,tak akan karena mereka akan membantuku untuk bertahan” hain memungut kertas pemeriksaan dari lantai kemudian pergi begitu saja dan tak menghiraukan jeritan bibinya yang terus memanggil namanya.

***

2 hari kemudian super show di gelar,Hain dan Minseul berangkat menggunakan bis menuju tempat konser.

“Hain-ah lightstickmu tak lupa kau bawakan?ahh tahun lalu saat super show 1 kau bahkan lupa membawa hadiah dan lighstickmu” minseul mengingatkan hain sambil mencari tempat duduk di bis

“ada di tas,aaaaahhhh hari ini aku sangat bersemangat” hain merentangkan tangannya, menarik nafas lalu menghembuskannya dalam satu hentakan.

“benarkah? kau terlihat sakit hain-ah. Wajahmu pucat sekali” minseul mendekatklan wajahnya ke wajah hain agar bisa menatapnya jelas

“isshh!!! Seul-ah,semalam aku bergadang,makanya begini aku terlalu senang,eh seul-ah kau tau,kotak secret hope itu sungguh manjur!satu persatu pemohonanku terkabul!”

“maksudmu kotak yang kau beli di pasar malam itu?”

“iya! aku menuliskan permohonanku dan memasukan ke dalam kotak itu dan tadi malam aku memasukan harapan baru, semoga yang ini juga akan terkabul” Hain tersenyum girang

“permohonan apa?menikah dengan kim heechul??” Sindir Minseul

“lebih dari itu”

***

Hain,Minseul dan ribuan ELF lainnya mulai menggoyangkan lightsticnya di udara saat Super Junior mulai menyanyi. konser berlangsung meriah seperti biasanya.sayang,hain belum bisa memberikan hadiahnya pada sang pujaan hati,karena Heechul belum juga menghampirinya.

Saat intro Shining Star mengalun,hain terkejut karena heechul sekarang duduk di hadapannya,pandangan mereka sempat bertemu,Hain yakin heechul tersenyum padanya.

“harapanku terkabul tuhan.. terimakasih!” gumam hain pelan

Hain langsung menjulurkan tangannya menyerahkan kotak hadiahnya pada Heechul, Heechul tersenyum saat mnengambil hadiah dari tangan hain. hain benar-benar senang sampai rasanya hanya ada ia seorang di konser itu,namun tiba-tiba pandangannya kabur ia juga merasakan ada sesuatu yang mengalir di philtrumnya. Darah segar mengalir dari hidung dan mulut hain. Heechul yang melihat kejadian itu nekat melompat ke bawah panggung,ia melihat hain pingsan dan hampir terinjak-injak orang. Tanpa ragu heechul berlari menggendong hain,minseul yang menyadari sahabatnya pingsan langsung ikut berlari dengan heechul tak lupa ia merapikan barang-barang hain yang berserakan.

“agasshi!!!agasshi bangun! Yah!! Irona jebal!” heechul menepuk-nepuk pipi pucat hain yang kini terbaring di dalam ambulans

“namanya Hain..Kim Hain” sahut Minseul

“hain-ssi irona jebal! Hain-ssi!” Heechul terus memanggil Hain,tanpa sadar Heechul menggenggam tangan hain dengan erat,ia merasa iba melihat Hain terkulai lemah,darah terus saja mengalir dari hidung dan mulutnya.

“selamatkan dia tuhan”

***

TBC

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 19, 2012 in Fan Fiction

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: